Nongkrong hingga Tengah Malam, Puluhan Orang di Sukoharjo Kena Razia Tim Gabungan
Tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri Sukoharjo menggelar operasi ketertiban dan ketentraman umum pada Sabtu (25/7/2020) malam. (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardhani)

Solopos.com, SUKOHARJO – Puluhan orang terjaring razia yang digelar tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri di wilayah Kabupaten Sukoharjo pada Sabtu (25/7/2020) tengah malam. Mereka kedapatan asyik nongkrong dan berkerumun di tengah kondisi Pandemi Covid-19.

Puluhan orang yang terjaring razia didominasi pelajar dan anak-anak milenial ini langsung dibubarkan petugas. Sebagian dari mereka merupakan komunitas pesepeda dan sepeda motor.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan razia tim gabungan digelar mulai pukul 22.00 WIB dengan menyisir tempat-tempat keramaian massa. Seperti Bundaran Tugu Kartasura, Terminal Kartasura, kawasan Solo Baru, dan Alun-alun Satya Negara Sukoharjo.

"Saat petugas menyisir wilayah Kartasura mendapati beberapa orang yang berkerumun seperti di Terminal Kartasura," katanya kepada Solopos.com, Minggu (26/7/2020).

Pilkada Solo: Purnomo Tolak Gabung Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Mau Maju Sendiri?

Tim kemudian melanjutkan penyisiran di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol. Penyisiran dilakukan terutama di lokasi dekat pusat perbelanjaan atau mal, lantas kawasan Patung Kuda Solo Baru.

Di kawasan tersebut petugas mendapati puluhan orang yang nongkrong dan berkerumun. Sebagian dari mereka juga komunitas sepeda onthel dan motor yang nongkrong bersama komunitas.

"Kami dekati mereka dan kami data langsung ditempat. Petugas juga memberi pembinaan agar mereka tak lagi nongkrong sampai berkerumun tengah malam," katanya.

Editor Metro TV Diduga Bunuh Diri, Ini Pesan Terakhir ke Pacarnya 

Dibubarkan

Seusai diberi pembinaan, selanjutnya mereka dibubarkan. Mereka dilarang nongkrong dan berkerumun hingga tengah malam. Apalagi sampai saat ini Pemkab Sukoharjo masih menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona hingga 31 Juli mendatang.

Aksi pembubaran juga dilakukan petugas di kawasan citywalk sekitar kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Alun-alun Satya Negara. Di kawasan itu juga ditemukan masih banyak orang nongkrong dan berkerumun.

"Sebagian besar yang mendominasi itu pelajar atau anak-anak zaman now lah. Kalau bapak-bapak atau ibu-ibu sedikit," katanya.

Kisah Suroto Magelang, 10 Tahun Kurung Diri di Kamar Sejak Erupsi Merapi Tak Pernah Mandi 

Heru mengatakan operasi oleh tim gabungan akan terus dilakukan selama status KLB belum dicabut Pemkab Sukoharjo. Tak hanya operasi gabungan dengan melibatkan TNI dan Polri.

Razia oleh Satpol PP bersama petugas perlindungan masyarakat (linmas) juga aktif dilakukan di kawasan perkampungan Sukoharjo. Hal ini dilakukan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Jaga jarak, menggunakan masker dan tidak berkerumun," katanya.

Daleeem… Ini Arti Nama Unik Dita Leni Ravia Si Remaja Cantik Asli Gunungkidul



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom