Nominee FFI 2018, Film Lakardowo Mencari Keadilan Diputar di Solo
Poster film Lakardowo Mencari Keadilan (Paradoc Production)

Solopos.com, SOLO — Komunitas Solo Documentary (Sodoc) bakal menggelar pemutaran film dokumenter Lakardowo Mencari Keadilan di Studio Kopi Daleme Eyang, Jl. Pajajaran Timur I No.10, Sumber, Sabtu (26/1/2019) malam. Lakardowo berkisah tentang perjuangan warga di Lakardowo, sebuah desa di Mojokerto yang terkena dampak pembuangan limbah secara ilegal oleh PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA).

Lakardowo Mencari Keadilan bukan film dokumenter biasa. Film dokumenter karya sutradara Linda Nursanti ini masuk dalam daftar nominee Festival Film Indonesia (FFI) kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik bersama Nyanyian Akar Rumput dan Semesta.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Solopos.com, Jumat (26/1/2019) malam, pemutaran film itu bekerja sama dengan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Solo dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo.

Sekjen PPMI Solo, Taufik Nandito, mengatakan film Lakardowo merupakan gambaran gamblang perlawanan warga atas pencemaran lingkungan yang dilakukan PT PRIA. Industri tersebut, imbuhnya, secara masif mengeluarkan limbah-limbah yang mencari sumur-sumur warga serta tanah sekitar pabrik. “Ironisnya, pemerintah lambat menangani perkara ini,” ujar Taufik dalam keterangan tertulis.

Taufik menambahkan kasus di Desa Lakardowo adalah satu dari banyak kasus pencemaran lingkungan yang gagal ditangani pemerintah. Jalur non-litigasi melalui demo dan aksi massa akhirnya menjadi jalan terakhir yang harus ditempuh rakyat untuk memperjuangkan haknya.

“Di pemutaran film nanti, kami juga membuka donasi yang akan kami salurkan bagi perjuangan masyarakat setempat,” ujar Taufik.

Perjuangan warga setempat untuk menghentikan pencemaran lingkungan itu telah mendapatkan perhatian secara nasional. Misalnya pada Senin (13/8/2018) lalu, sejumlah perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Lakardowo Mandiri atau Green Woman menggelar aksi duduk dan diam di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jl Pahlawan, Surabaya.

Dilansir VOA Indonesia, aksi ini sebagai bentuk protes dan desakan kepada Gubernur Jawa Timur agar membantu penyelesaian kasus limbah B3 yang mencemari desa mereka. Sambil memegang bendera Merah Putih, para perempuan dari Desa Lakardowo ini menyuarakan tuntutannya melalui tulisan pada karton-karton yang digantungkan di dada mereka.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho