Objek Wisata Watu Cenik di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri./Rudi Hartono

Solopos.com, WONOGIRI--Ada banyak cara untuk memanfaatkan waktu luang selama Ramadan. Di Wonogiri, sebagian orang-orang memutuskan datang ke puncak bukit menikmati matahari terbit atau matahari terbenam sembari menunggu berbuka puasa alias ngabuburit.

Pemandangan indah itu salah satunya bisa dinikmati dari objek wisata Watu Cenik dan Puncak Joglo di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri. Di Watu Cenik, biasanya orang berdatangan seusai subuh. Pengunjung menantikan momen semburat merah matahari terbit. “Pemandangan matahari terbit di Watu Cenik sangat bagus. Kalau di Puncak Joglo pengunjung bisa menikmati matahari terbenam. Pemandangan di kedua lokasi itu memang bagus,” kata Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sendang Pinilih, Desa Sendang, Sunarno, saat dihubungi Espos, Senin (7/5/2019).

Sunarno menceritakan pada hari pertama puasa ada 94 orang datang ke Watu Cenik dan Puncak Joglo. Jumlah itu relatif meningkat dibandingkan Ramadan sebelumnya. Di Puncak Joglo, pengunjung juga bisa sekaligus berbuka puasa di puncak bukit lantaran di sana tersedia warung yang menjajakan aneka makanan. “Di kawasan sekitar landasan gantole ada warung yang menjajakan makanan dan minuman untuk berbuka,” ujar dia.

Menurut Sunarno, selama Ramadan, Sendang Pinilih belum menaikkan harga tiket, masih Rp5.000 per orang. Tarif tiket baru dinaikkan saat libur Lebaran. “Nanti pas Lebaran tiketnya jadi Rp10.000 per orang. Kami juga akan lengkapi sarana dan prasarana di sana khususnya untuk objek selfie. Kalau selama Ramadan ini masih sama tiektnya,” beber Sunarno.

Selama Ramadan dan Lebaran tahun lalu, Sendang Pinilih bisa mengantongi Rp40 juta dari penjualan tiket. Sementara parkir di kawasan itu dikelola oleh karang taruna dusun setempat. “Kami berharap makin banyak orang datang ke Watu Cenik dan Puncak Joglo. Wonogiri menjadi jujukan orang berwisata,” harap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten