Ngeri Lur! Eks Terminal Kartasura Jadi Lokasi Pesta Miras dan Esek-Esek

Lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang mangkrak bertahun-tahun malah disalahgunakan untuk pesta miras dan mangkal PSK.

 Lahan bekas Terminal Kartasura. (JIBI/Solopos/Dok)

SOLOPOS.COM - Lahan bekas Terminal Kartasura. (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, SUKOHARJO — Lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang sudah bertahun-tahun mangkrak kerap jadi lokasi pesta minuman keras (miras) dan mangkal para pekerja seks komersial (PSK).

Mereka memanfaatkan sepinya lokasi itu yang jauh dari permukiman penduduk. Lahan bekas Terminal Kartasura di Jl Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, mangkrak selama puluhan tahun.

Kondisi jalan di dalam kawasan bekas terminal tak terawat dan banyak lubang. Saat malam hari, lokasi tersebut minim lampu penerangan jalan sehingga kondisinya remang-remang. Kadang kala, beberapa pemuda berkumpul di lokasi tersebut untuk menggelar pesta miras hingga subuh hari.

Baca Juga: Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

“Banyak hal-hal negatif di lahan bekas Terminal Kartasura. Karena gelap, lokasi lahan bekas Terminal Kartasura sering digunakan untuk pesta miras. Namun, saya tidak tahu apakah mereka warga Kartasura atau bukan,” kata Ketua Divisi Sosial Paguyuban Wargo Ageng Kartasura (Pawartos), Deni Kristianto, kepada Solopos.com, Senin (26/9/2021).

Selain pesta miras, lahan bekas terminal juga kerap digunakan untuk praktik esek-esek. Para penjaja cinta kerap mangkal di sudut lahan bekas terminal yang remang-remang. “Sekarang pun masih ada satu orang-dua orang PSK berusia setengah tua atau biasa disebut STW,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, menyatakan lahan bekas Terminal Kartasura tak lagi menjadi wewenang Dishub Sukoharjo.

Baca Juga: Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Bukan Lagi Wewenang Dishub

Lahan tersebut merupakan wewenang Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo yang mengelola aset daerah yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Jamu. “Kalau masih dalam wujud terminal dan berfungsi itu memang wewenang kami. Nah, bekas lahan terminal bukan lagi wewenang Dishub Sukoharjo,” ujarnya.

Diinformasikan sebelumnya, warga mengusulkan agar lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, difungsikan sebagai ruang publik kreatif. Selain lokasinya strategis, banyak potensi ekonomi kreatif, seni dan budaya hingga sejarah yang bisa disatukan di lokasi tersebut.

Baca Juga: Jejak Limbah Ciu Hilang Tersapu Hujan, Kali Samin Sukoharjo Bersih Lagi

Sementara itu, Pemkab Sukoharjo semasa pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya sempat berencana menggunakan lahan itu untuk membangun gedung unit II RSUD Ir Soekarno. Namun, rencana itu belum terealisasi hingga sekarang.

Lahan itu bahkan sempat dilirik eks pengelola THR Sriwedari Solo yang terpaksa kukut menyusul penataan kawasan Taman Sriwedari beberapa tahun lalu. Namun, Pemkab menolak hal tersebut karena adanya rencana membangun gedung RSUD.


Berita Terkait

Berita Terkini

Catat! Tidak Boleh Makan, Minum, Telepon, dan Ngobrol Saat Naik Kereta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui aturan yang harus dipenuhi pelanggan saat naik kereta api di masa pandemi Covid-19, salah satunya terkait makan, minum dan ngobrol di kereta.

Hindari Bank Plecit, Ribuan Pedagang di Wonogiri Selamat dari Rentenir

PT BPR BKK Wonogiri menciptakan Kredit Mentari tidak hanya berotientasi pada keuntungan, tetapi guna membantu masyarakat.

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.