Ilustrasi Menikah (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO – Kabar pernikahan sedarah yang dilakukan pria asal Bulukumba, Sulawesi Selatan cukup menggemparkan. Pria bernama Ansar bin Mustamin, 32, warga Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, Sulawesi Selatan itu menikahi wanita yang merupakan adik kandungnya sendiri, Fitriani, 20.

Pernikahan sedarah merupakan hal yang tabu dan terlarang. Nah, tahukah Anda mengapa perkawinan sedarah ditentang banyak orang di dunia? Perkawinan sedarah alias inses dianggap sebagai masalah kemanusiaan. Sebab, praktik ini membuka kesempatan besar merusak keturunan.

Dikutip dari National Geographic, Selasa (2/7/2019), inses merupakan perkawinan dua orang yang terikat erat secara genetik atau memiliki ikatan keluarga. Praktik ini sebenarnya telah terjadi sejak zaman dulu yang dilakukan untuk mempertahankan takhta sekaligus melindungi aset kerajaan, seperti dilakukan bangsa Mesir Kuno dan Inca Peru.

Tetapi, kini praktik inses dianggap tabu oleh mayoritas masyarakat dunia. Psikolog Jonathan Haidt sebagaimana dilansir Psychology Today, mengatakan hampir setiap orang di dunia menolak keras hubungan seksual antara dua orang yang memiliki hubungan darah.

Perkawinan sedarah dianggap menimbulkan sejumlah masalah besar. Apa saja dampak negatif dari pernikahan sejenis? Pada dasarnya, keturunan yang dihasilkan dari inses mungkin bakal mengalami kelainan fisik dan mental. Keturunan hasil inses berisiko terkena penyakit bawaan dari gen rusak orang tuanya. Perkawinan sedarah juga meningkatkan risiko infertilitas dan cacat lahir pada keturunannya.

Dikutip dari Live Science, sekitar 40 persen anak hasil perkawinan sedarah lahir dengan kelainan berupa cacat fisik bawaan atau cacat intelektual parah. Kurangnya variasi DNA juga melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga keturunan hasil inses sulit melawan penyakit.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten