Ilustrasi ular. (Reuters)

Solopos.com, BUENOS AIRES — Para peneliti dari Universidad Maimonides Argentina menemukan fosil ular berkaki belakang di Rio Negro, Argentina. Penemuan itu mengungkap fakta bahwa ular pernah memiliki kaki di masa silam.

Fosil ular kuno itu lantas dinamai Najash Rionegrina. Fosil ular berkaki itu diperkirakan berusia sekitar 95 juta tahun.

Selain berkaki belakang, ular ini juga punya tulang pipi yang sudah hilang di ular kebanyakan saat ini. "Penemuan kami mendukung ide bahwa nenek moyang ular bertubuh dan bermulut besar," sebut ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut, Fernando Garberoglio, seperti dikutip Detik.com, Jumat (22/11/2019).

Studi tersebut juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa ular pada awalnya mempertahankan kaki belakangnya selama rentang waktu yang sangat panjang, kira-kira selama 70 juta tahun. Kaki itu pun disebut benar-benar berguna bagi sang ular sebelum mereka beradaptasi dan akhirnya kaki mereka hilang.

Sebelumnya, teori menilai kaki hanya ada di periode transisi sebelum ular dengan cepat menyesuaikan dengan bentuknya sekarang. Penemuan ini pun diharapkan kian membuka tabir tentang asal-usul ular secara komprehensif.

Ular disebut muncul kali pertama di periode menengah Jurassic antara 163 juta tahun sampai 174 juta tahun silam. Peneliti pun menyebut kedekatan antara ular dengan kadal.

"Tengkorak Najash memberitahu kita bahwa ular dahulu sangat mirip dengan keluarga kadal, misalnya kadal bertubuh dan berkepala besar seperti komodo," sebut Michael Caldwell, profesor Vertebrate Palaeontology dari University of Alberta.

"Hal ini berbeda dari ide sebelumnya bahwa ular mungkin berkembang dari nenek moyang seperti cacing yang kecil, buta, dan bermulut kecil. Tidak ada fosil ular kuno yang seperti itu," tandasnya.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten