Fosil gigi Gigantopithecus Blacki. (Detik.com)

Solopos.com, CHILE — Peneliti menemukan fosil gigi kera raksasa di wilayah Chile bagian selatan belum lama ini. Fosil gigi itu diperkirakan milik kera purba raksasa yang memiliki tinggi dua kali lipat manusia normal di masa kini.

Gigi kera purba yang ditemukan itu bahkan memiliki tinggi lebih dari manusia dewasa normal masa kini. Peneliti pun menduga bahwa gigi tersebut berasal dari kera raksasa yang pernah berkeliaran di Bumi sekitar dua juta tahun silam.

Kera raksasa yang juga dijuluki sebagai Gigantopithecus Blacki itu berhasil diidentifikasi melalui teknik spektrometri massa. Detik.com Minggu (17/11/2019), melaporkan teknik itu digunakan untuk mengurutkan protein enamel gigi dari Gigantopithecus.

Proses tersebut melibatkan pemecahan protein menjadi peptida, yang merupakan rantai pendek asam amino, dan menganalisis massa mereka untuk mengetahui komposisi kimianya.

Sebenarnya penggunaan spektrometri massa ini relatif baru dan sebelumnya hanya dipakai untuk mengekstrasi informasi genetik dari badak berumur 1,7 juta tahun. Kendati begitu, metode ini dipuji karena mampu memberikan informasi genetik yang dicari para ilmuwan, terutama pada fosil yang ditemukan dari daerah subtropis.

"Sampai sekarang, sebelumnya hanya mungkin untuk mengambil informasi genetik dari fosil berusia 10.000 tahun di daerah yang hangat dan lembab," ujar Frido Walker, peneliti postdoctoral di Globe Institute, University of Copenhagen dan penulis studi ini.

Hasilnya, peneliti saat ini mampu menggambarkan Gigantopithecus yang telah punah 300.000 tahun lalu itu. Mereka percaya bahwa kera raksasa ini tingginya sekitar 3 meter dan bobotnya mencapai 600 kg.

Menariknya lagi, bagi peneliti, penemuan ini semakin mencerahkan evolusi kera zaman purba dengan orangutan yang masih hidup saat ini. Adapun hasil penelitian ini telah diterbitkan ke dalam jurnal Nature.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten