Kategori: Boyolali

Ngeri! Dua Hari Tambah 70 Kasus Baru di Boyolali, 36 dari Klaster Pengawas Pemilu


Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi

Solopos.com, BOYOLALI -- Kasus baru positif Covid 19 di Kabupaten Boyolali bertambah 70 orang hanya dalam dua hari, Jumat (4/9/2020) dan Sabtu (5/9/2020). Tambahan terbanyak berasal dari klaster pengawas pemilu, yakni sebanyak 36 kasus baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, memerinci penambahan pada Jumat sebanyak 68 kasus dan Sabtu sampai pukul 10.15 WIB sebanyak 2 kasus.

"Penambahan cukup besar terjadi pada Jumat, sebanyak 68 kasus. Dari jumlah itu tersebar hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Boyolali termasuk Selo," kata dia, Sabtu.

Goweser Wajib Baca: Ini Kesalahan Bersepeda, Salah Satunya Memakai Celana Dalam

Hal itu membuat Kecamatan Selo yang sebelumnya menjadi satu-satunya kecamatan di Kabupaten Boyolali yang belum terpapar, kini dipastikan masuk kawasan penularan Covid-19.

Ratri menjelaskan penambahan kasus baru Covid-19 di Boyolali pada Jumat didominasi dari petugas pengawas pemilu, yang terdeteksi ada 36 kasus.

Persebaran kasus itu di antaranya dari Kecamatan Nogosari sebanyak tiga orang, Kecamatan Banyudono sebanyak delapan orang, dan Kecamatan Kemusu sebanyak tiga orang.

Ra Mekakat, Tek Eram, Gene: Kata Khas Wonogiri yang Bikin Kangen Mudik

Klaster Petugas Lapangan

Selanjutnya, Kecamatan Mojosongo sebanyak empat orang, Kecamatan Selo sebanyak lima orang, Kecamatan Musuk sebanyak tiga orang, Kecamatan Cepogo tujuh orang, dan Kecamatan Teras sebanyak tiga orang.

Di luar itu, ada 16 kasus baru Covid-19 di Boyolali dari klaster petugas lapangan. "Petugas lapangan ini adalah petugas-petugas yang langsung berhadapan dengan masyarakat memberikan penyuluhan dan melakukan proses screening," jelas dia.

Klaster petugas lapangan tersebar di Kecamatan Banyudono sebanyak empat orang, Kecamatan Boyolali sebanyak enam orang, Kecamatan Simo satu orang, Kecamatan Teras satu orang, dan Kecamatan Ngemplak satu orang.

Misterius, Tukang Becak di Sragen Dapat Bantuan Rp2,4 Juta, Padahal Tidak Mengajukan

Sementara itu, lima kasus baru Covid-19 muncul dari usulan Rumah Sakit Darurat Covid 19 Kabupaten Boyolali. Dari lima kasus itu, satu orang berasal dari Kecamatan Banyudono dan empat lainnya dari Kecamatan Andong.

"Itu merupakan pasien yang datang ke Rumah Sakit Darurat Covid 19 Boyolali untuk [menjalani] tes swab," kata dia.

Sedangkan 11 kasus lainnya, Ratri menyebut sebagai kasus nonklaster karena tidak masuk klaster mana pun dan tidak saling berkaitan. Kasus baru Covid-19 nonklaster di Boyolali dari Nogosari satu orang, Banyudono dua orang, Boyolali dua orang, Mojosongo satu orang, Andong satu orang, Cepogo satu orang dan Tamansari tiga orang.

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum