Tutup Iklan

Ngeri! Begini Wujud Jeglongan Sewu Menuju ke Waduk Cengklik Boyolali

Jalan menuju kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Jawa Tengah, rusak parah. Penampakan jalan menuju Waduk Cengklik tersebut ditunjukkan melalui video unggahan akun Instagram @capekituapa yang dibagikan ulang @jelajahsolo, Rabu (23/1/2019).

Ngeri! Begini Wujud Jeglongan Sewu Menuju ke Waduk Cengklik Boyolali

SOLOPOS.COM - Jeglongan Sewu menuju Waduk Cengklik Boyolali (Pictagram)

Solopos.com, SOLO – Jalan menuju kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Jawa Tengah, rusak parah. Penampakan jalan menuju Waduk Cengklik tersebut ditunjukkan melalui video unggahan akun Instagram @capekituapa yang dibagikan ulang @jelajahsolo, Rabu (23/1/2019).

Video tersebut menujukkan jalan beraspal yang rusak parah dipenuhi lubang besar menganga. Saking banyaknya lubang, jalanan itu disebut dengan nama Jeglongan Sewu oleh warga setempat. "Selamat bertualang dan selamat datang di Jeglongan Sewu," tulis @jelajahsolo sebagai keterangan video.

Sejumlah warganet berharap jalan tersebut segera diperbaiki karena membahayakan. Jika hujan deras mengguyur, lubang di jalanan itu tidak terlihat karena tertutup air. "Semoga lekas diperbaiki. Kasihan neizen. Kita kecipratan kalau pas hujan," sambung @jelajahsolo.

Warganet yang menonton video itu juga pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan rusak. Beberapa netizen yang sering melintas di Jeglongan Sewu menceritakan pengalaman melalui kolom komentar. "Lebih parah kalau malam habis hujan. Berasa renang. Belum lagi kondisi jalan sepi dan kuarng pencahayaan," komentar @isnainichietra.

"Kasihan sekali Boyolali. APBD 2,2 triliuncuma dapat Jeglongan Sewu. Padahal gaji total PNS-nya Rp900 miliar setahun. Yang penting kalau pilih wakil DPRD yang benar," sambung @avleshdeka.

"Masih kurang ini mas. Yang lebih parah jalan nanjak yang mau ke Rumah Sakit Banyu Bening. Kadang heran itu akses ke tempat wisata Waduk Cengklik. Akses ke Rumah Sakit tapi offroad ancur. Yang biasa lewat situ saja masih masuk kubangan. Apalagi kalau mau ke rumah sakit bawa orang sakit. Semoga masih selamat sampai rumah sakitnya," imbuh @hary_aryo_arya.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, sejumlah Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, bekerja bakti menutupi lubang di jalan menuju kawasan Waduk Cengklik dengan pecahan genting. Sayangnya, penutupan menggunakan pecahan genting juga tak terlalu memberi pengaruh lantaran banyaknya sepeda motor dan kendaraan roda empat. Apalagi kerap dijumpai kendaraan berat seperti truk pasir melintas.

Kerusakan jalan itu tak hanya terjadi di Desa Ngesrep, namun juga di sisi barat yang masuk wilayah Desa Ngargorejo. Sudarmo menilai perbaikan jalan cukup mendesak karena jalan ini menjadi salah satu alternatif menuju wilayah Sambi dan pusat pelayanan kesehatan Rumah Sakit Islam (RSI) Banyu Bening, Sambi.

Selain itu jalan rusak juga menjadi penghubung empat desa yaitu Ngesrep dan Ngargorejo di Kecamatan Ngempak, serta Senting dan Cenden di Kecamatan Sambi. Disinggung mengenai perbaikan jalan, Kepala Desa Ngesrep, Joko Widodo, mengatakan sudah berkali-kali menerima keluhan. Meski demikian pihaknya tak dapat berbuat banyak. Pihak pemerintah desa hanya mampu menampung keluhan-keluhan warga terkait kerusakan jalan. Keluhan tersebut akan disampaikan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

Berita Terkait

Berita Terkini

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.

Fascino 125, Skutik Berfitur Hybrid dari Yamaha

Pabrikan sepeda motor Yamaha mengeluarkan sepeda motor skuter matik berfitur hybrid pada Fascino 125.

Ikut Rewangan Akikahan, 8 Keluarga di Purbayan Baki Sukoharjo Kena Covid-19

Delapan keluarga di satu perumahan di kawasan Purbayan, Baki, Sukoharjo, terpapar Covid-19 setelah ikut rewangan akikah.

Ketua GP Ansor Solo Dukung Gibran Tutup Lokasi Pendidikan Anak-Anak Pelaku Perusakan Makam

Ketua GP Ansor Solo, Arif Syarifuddin, menyayangkan aksi perusakan makam yang dilakukan oleh anak-anak seusia sekolah dasar.