Ngeri, Bangunan di Karo Ambles Terbawa Longsor
Tangkap layar peristiwa amblesnya bangunan di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat (20/11/ 2020). (Instagram-@viralterkini99)

Solopos.com, KARO — Sebuah bangunan warung di Dusun Aek Hotang km 108, Desa Pengambaten, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat (20/11/ 2020) pukul 17.00 WIB, ambles. Rekaman video detik-detik peristiwa mengerikan itu viral di media sosial.

Rekaman video itu mulanya diunggah pengguna akun Instagram @viralterkini99, Sabtu (21/11/2020). Akun tersebut menuliskan kronologi dan penyebab peristiwa mengerikan itu. “Detik detik terjadinya tanah longsor di Dusun Aek Hotang km 108 [Penatapan 2] Desa Pengambaten, Kec. Merek, Kab. Karo, Sumatera Utara, Pada Jumat (20/11/2020) sekira pukul 17.00 wib,” tulisnya.

Dijelaskannya bagian rumah itu retak terlebih dulu. “Retakan tanah dibawah rumah mengakibatkan bangunan rumah menjadi miring, pemilik rumah dibantu warga lantas mengeluarkan barang” yg ada didalam rumah. Tidak lama kemudian tiba tiba bangunan rumah terbawa longsor dan tidak tertolong,” katanya.

Jitu Selamatkan Hubungan dari Ancaman Medsos

Beruntunglah dalam kejadian yang bikin bergidik ngeri itu tak menelan korban jiwa. Hanya saja bangunan itu hancur tak tersisa. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tetap hati-hati dan waspada,” tambanya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Madiunpos.com, pemilik bangunan warung itu bernama Radin Sian Sinaga, 45, warga Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, dan Besli Saragih, 45, warga Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Saiful Ulum (@viralterkini99)

Rugi Rp300 Juta

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang membenarkan adanya peristiwa ini. Ramli mengatakan jika bencana tanah longsor di jalan lintas antar kabupaten ini terjadi pada Jumat (20/11/ 2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Astronom Klaim Temukan Kembaran Bulan di Balik Mars

“Benar kita tadi menerima adanya laporan musibah tanah longsor di Desa Pengambatan. Tepatnya di Dusun Aek Hotang, atau yang lebih dikenal dengan penatapan dua,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai dampak longsor ini, Ramli menjelaskan jika dua bangunan yang digunakan oleh pemiliknya sebagai warung itu ikut terbawa longsor. “Dari peristiwa longsor ini, dua bangunan yang digunakan pemiliknya sekaligus sebagai tempat usaha ikut terbawa longsor,” bebernya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh Madiunpos.com, peristiwa ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka 300 juta rupiah.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Madiunpos.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom