Kategori: Boyolali

Ngegas! Boyolali Tambah 200 Kasus Positif Covid-19


Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi

Solopos.com, BOYOLALI – Kasus positif Covid-19 di Boyolali meningkat pasca-liburan Natal dan Tahun Baru 2020. Total sejak 1 Januari 2021 tercatat ada penambahan 200 kasus pasien terinfeksi virus corona di Boyolali.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan mulai 1-4 Januari 2021, tercatat ada penambahan sekitar 200 kasus.

Disebutkan pada 1 Januari muncul 11 kasus. Kemudian pada 2-4 Januari, masing-masing muncul 62 kasus, 65 kasus dan 62 kasus.

Sukoharjo Zona Oranye Covid-19, Hindari Kerumunan di Tempat Umum!

Dia mengatakan temuan kasus itu sebagian merupakan hasil screening yang dilakukan selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2021.

"Jadi, kemarin itu dengan adanya kewajiban bagi pelaku perjalanan membawa hasil rapid antigen, ternyata juga berdampak pada teridentifikasinya kasus-kasus OTG [orang tanpa gejala]. Akhirnya kasus OTG kami jaring dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR dan hasilnya seperti yang terlaporkan," kata dia kepada wartawan, Selasa (5/1/2020).

Ratri mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Jangan bosan untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Kami di pemerintahan juga tak henti-hentinya mengimbau agar tidak ada kerumunan dan kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengundak orang banyak," lanjut dia.

Identitas Mayat Wanita Mengapung di Bengawan Solo Kawasan Sragen 4 Hari Lalu Masih Misterius

Dia menambahkan untuk saat ini warga juga harus berhati-hati saat makan. Sebab menurutnya kegiatan makan bersama yang dilakukan di tempat kerja atau bersama keluarga atau teman, juga berpotensi menjadi sarana penularan Covid-19.

"Sumber penularan terbanyak disinyalir saat waktu makan. Sebab saat makan tentu harus membuka masker. Kemudian saat makan bersama, biasanya ada kegiatan mengobrol. Itu ternyata disinyalir menjadi sumber penularan yang utama, baik di klaster keluarga maupun di klaster tempat kerja," kata dia.

Untuk itu dia mengimbau agar warga bisa menghindari makan bersama secara berkerumun. Jika terpaksa hal itu dilakukan, maka disarankan agar mengatur posisi duduk agar tidak saling berhadapan.

Share