Gerbang Tol Colomadu, Karanganyar. (Solopos/Burhan Aris)

Solopos.com, KARANGANYAR – Sejumlah warga Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, mengaku belum tahu wilayahnya bakal terdampak proyek Tol Solo-Jogja. Padahal, Desa Ngasem, Colomadu, merupakan satu-satunya desa di Karangnayar yang terdampak pembangunan Tol Solo-Jogja.

Sekretaris Desa Ngasem, Jawi, mengatakan perwakilan anggota Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumhan Rakyat (PUPR) sudah mendatangi Kantor Desa Ngasem sebanyak tiga kali. Kunjungan tersebut dilakukan secara bertahap selama 2019.

“Dua orang perwakilan Kementerian PUPR baru sekadar memberi informasi bahwa akan ada pembangunan jalan Tol Solo-Jogja. Selain itu juga memberi tahu wilayah mana saja yang terdampak,” kata dia saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, wilayah Ngasem tidak terlalu terdampak proyek Tol Solo-Jogja. Dia mengira tidak ada jalur baru yang khusus dibangun di wilayahnya. Melainkan hanya memperlebar ruas tol yang sudah ada.

“Jadi ruas jalan yang sudah ada, dari gerbang pintu Tol Ngasem sampai ke jalan Solo-Jogja diperlebar sisi kanan maupun sisi kiri. Jadi panjangnya hanya 600 meter,” terang Jawi.

Jawi dan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Ngasem mengaku belum tahu luas wilayah yang terdampak proyek Tol Solo-Jogja. Selain itu pelebaran sisi kanan maupun kiri jalan luasnya tidak sama.

“Yang dekat gerbang tol dan ruas jalan Solo-Semarang agak lebar dari pada sisi tengah,” imbuh dia.

Hingga saat ini, menurut Jawi, pihak desa belum melakukan sosialisasi atau pemberitahuan kepada warga, lantaran masih menunggu Surat Keputusan dari pihak terkait.

“Jika tanah yang akan terkena dampak pelebaran tol sudah pasti dan mendapatkan SK, kami akan melakukan sosialisasi, konsultasi publik dan pendataan kepada warga. Tetapi hingga saat ini perwakilan Kementerian PUPR belum ke sini lagi, mungkin dalam waktu dekat akan datang untuk memberi informasi langkah selanjutnya,” beber Jawi.

Pembangunan Tol Solo-Jogja rencananya dimulai dari Ngasem, Colomadu, disambung ke Desa Kuwiran, Banyudono, Boyolali.

Salah satu warga Peni, Kuwiran, Parwoto, mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti area yang akan dibangun tol.

“Untuk area pastinya belum tahu. Menurut informasi yang saya dapat memang melewati kawasan persawahan di Peni ini. Ini sawah milik desa dan perseorangan. Tetapi juga ada yang bilang dekat Polsek Banyudono juga akan dibangun,” kata Parwoto, saat ditemui Solopos.com di sawahnya.

Hingga saat ini, Parwoto menjelaskan belum ada sosialisasi dari pemerintah terkait pembangunan Tol Solo-Jogja.

“Saat pertemuan warga, baik RT maupun RW belum ada pembahasan. Saya mendapat info tersebut dari bincang-bincang dengan tetangga saja,” terang Parwoto.

Hal senada diungkapkan warga Peni lainnya, Triman. Ia mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti wilayah mana yang akan dibangun tol.

“Belum tahu saya, belum ada sosialisasi juga. Tetapi sempat mendengar katanya mau dibuat layang, karena tanah di persawahan Peni dalam,” kata Triman.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten