Tutup Iklan
Ngaku Tuna Rungu, Pengemis Berkedok Bansos di Karanganyar Sehari Dapat Rp1,3 juta
Petugas Satpol PP Karanganyar mengamankan pengemis tuna rungu yang diduga berpenghasilan Rp1,3 juta per hari di Alun-alun Karanganyar Sabtu (4//2020) malam. (Istimewa/Satpol PP Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menciduk seorang pengemis perempuan berkedok sumbangan sosial di kawasan Alun-alun Karanganyar Sabtu (4/7/2020) malam. Berdasarkan pemeriksaan, diduga pengemis tersebut berpenghasilan sekitar Rp1,3 juta sehari.

Misteri Jenglot, Makhluk Pemakan Darah untuk Pesugihan hingga Pelet

Plt. Kepala Satpol PP Karanganyar, Yopi Eko Jatiwibowo, mengatakan personel Satpol PP menciduk pengemis tersebut ketika melakukan patroli di kawasan Alun-alun Karanganyar. Dari tangan pengemis tersebut, pihaknya mengamankan satu kantung plastik yang penuh dengan uang senilai Rp1,3 juta. Selain itu, pihaknya juga mengamankan papan tulisan yang digunakan pengemis tersebut dalam meminta uang berkedok bantuan sosial.

“Kami menciduk satu orang PGOT. Kami masih menelusuri asal-usul pengemis tersebut. Dari pengemis tersebut kami mendapati satu kantung kresek penuh uang hasil meminta-minta. Alasan dia kami ciduk karena memang kegiatan yang dia lakukan itu dilarang,” ucap dia kepada Solopos.com Minggu (5/7/2020).

Pengemis Berkedok Bansos di Karanganyar

Yopi menjelaskan pengemis perempuan tersebut tidak membawa kartu identitas sama sekali. Selain itu, kondisi yang bersangkutan yang difabel tuna rungu juga mempersulit personel dalam mengorek keterangan. Sehingga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Karanganyar untuk ditindak lebih lanjut.

Kisah Mistis di 3 Makam Tanpa Nama Baluwarti Solo, Warga Ngaku Pernah Diboncengi Sosok Ini

“Kami langsung limpahkan ke Dinsos untuk ditindak lebih lanjut. Karena kami harus menyelidiki latar belakangnya juga untuk dikembalikan dan asetnya itu seperti apa. Apakah dia sebenarnya kaya atau tidak. Tapi dari hitungan yang kami lakukan dari uang yang dibawa sudah jutaan nilainya,” imbuh dia.

Yopi mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika bersedekah kepada orang atau lembaga tak dikenal yang mendatangi di tempat umum. Dia menyarankan agar masyarakat lebih bijak dan memilih lembaga terpercaya dan dibawah payung hukum ketika akan menyalurkan donasi.

“Kami imbau juga masyarakat jangan langsung percaya dengan orang-orang yang meminta di jalan berkedok bantuan. Saat ini Dinsos sedang mencari tahu kondisi aslinya bagaimana. Karena dia mengaku orang Yogyakarta,” beber dia.

Tolak RUU HIP, Aliansi Laskar Islam Klaten Long March ke Jl Pemuda Sambil Semprot Disinfektan


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho