New Normal, Petugas Retribusi Pasar di Wonogiri Pakai APD Lengkap
Petugas pengelola Pasar Bung Karno Baturetno, Wonogiri, menggunakan alat perlindungan diri (APD) lengkap saat menarik retribusi kepada pedagang, Jumat (5/6/2020). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Petugas penarik retribusi Pasar Tradisional Bung Karno Kecamatan Baturerno, Wonogiri, mengenakan alat perlindungan diri (APD) lengkap saat bertugas. Hal ini sebagai respons atas protokol kesehatan di era new normal atau kenormalan baru di Wonogiri.

Diperpanjang! KLB Covid-19 di Sragen Hingga 30 Juni 2020 Mendatang

Mulai pekan ini, mereka memakai APD lengkap seperti masker, sarung tangan, baju hazmat dan topi shield saat menarik retribusi. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya penerapan kenormalan baru atau new normal di area pasar.

"Petugas kami bekali APD lengkap. Dengan penerapan new normal ini dimungkinkan pengunjung pasar akan meningkat dan normal kembali. Sehingga ini sebagai bentuk antisipasi," kata Pengelola Pasar Bung Karno, Sularno, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (5/6/2020).

Ia mengatakan, memasuki fase new normal beberapa fasilitas di sekitar maupun di dalam pasar yang menunjang pemberlakuan new normal ditambah. Saat ini terdapat 14 tempat untuk cuci tangan menggunakan sabun. Tempat cuci tangan tersebut diletakkan di setiap pintu masuk pasar dan area parkir.

Terungkap! Warga Ngerangan Klaten Sempat Ngeroki Pasien Covid-19 yang Meninggal

Delapan pintu masuk pasar dijaga ketat oleh petugas. Mereka bertugas mengecek suhu badan pengunjung menggunakan thermo gun dan mengawasi pemakaian masker. Pengunjung yang tidak memakai masker tidak diperkenankan masuk, begitu juga pedagang.

Di dalam pasar, menurut dia, juga disediakan ruang kesehatan dan ruang khusus untuk ibu menyusui. Selain itu, sosialisasi pencegahan Covid-19 dilakukan melalui audio yang diletakkan di beberapa tempat. Pengelola pasar memutar audio sosialisasi pada jam tertentu.

"Dalam menerapkan kebijakan baru ini kami juga selalu berkoordinasi dengan paguyuban pasar. Tujuannya agar penerapan ini bisa dipahami dan dijalani oleh semua pihak," kata Sularno.

Peminat Banyak, Kapan Objek Wisata Karanganyar Buka Lagi?

Siap Terapkan Protokol New Normal di Wonogiri

Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Bung Karno, Eko Purwanto, menyatakan bahwa ia dan pedagang lainnya siap menjalankan peraturan dari pengelola pasar. Mereka tidak keberatan jika harus menerapkan protokol kesehatan saat menjalani aktivitas jual-beli.

Beberapa waktu lalu, menurut dia, pedagang diberi pengetahuan serta arahan dari petugas kesehatan untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, jaga jarak, memakai masker dan lain sebagainya, terutama saat penerapan new normal.

"Ketentuan yang diberlakukan kepada kami harus dijalani, karena juga berkaitan dengan kesehatan serta keselamatan pedagang. Jika pedagang sehat tentunya bisa berdagang seterusnya. Jika ada salah satu ada yang terjangkir justru bisa diberhentikan operasi perdagangannya," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Pemkot Solo Minta Tagihan Listrik Ditangguhkan, PLN Belum Bisa Kabulkan

Adanya penerapan protokol kesehatan yang disiplin tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perindustrian dan Perdagangan (Dinas KUKM dan Perindag) Wonogiri, memilih Pasar Bung Karno untuk mewakili Kabupaten Wonogiri dalam lomba inovasi daerah tingkat nasional yang diadakan Kementerian Dalam Negeri.

Kepala Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan Kemendagri mengadakan lomba inovasi daerah berbentuk video untuk semua kabupaten dan kota untuk kesiapan menyongsong tatanan baru atau new normal. Dari tujuh nominasi lomba, salah satu diantaranya yakni kesiapan pasar tradisional.

"Dari tujuh nominasi tersebut masing-masing ada koordinatornya. Kebetulan Disperindag menjadi koordinator sektor pasar tradisional," kata dia kepada wartawan di kawasan Sekretariat Daerah Wonogiri, Jumat.

Viral! Ketahuan Jambret di Kartasura Sukoharjo, Lelaki Ini Dihakimi Warga

Alasan memilih Pasar Bung Karno, menurut dia, dari seluruh pasar yang ada di Wonogiri, dari segi sarana dan prasarana lebih memadahi dan representatif. Dari segi kebersihan memenuhi kriteria, padagang dan infrastruktur sudah tertata rapi. Penempatan pedagang sudah ditata berdasarkan zona atau jenis dagangan.

Selain itu di dalam pasar juga disediakan ruang kesehatan. Penerapan protkol kesehatan dan sosialisasi tentang Covid-19 sudah berjalan dengan baik. Sehingga layak dijadikan percontohan untuk pasar lainnya.

"Yang menjadi poin lebih yakni adanya kerjasama yang bagus antara pengelola pasar dengan beberapa pihak, termasuk paguyuban pedagang. Bahkan tukang parkir di kawasan pasar tersebut mau menyemprot desinfektan untuk kendaraan yang sedang parkir," kata Wahyu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho