Ilustrasi rest area di tol. (Reuters-Andy King)

Solopos.com, SOLO — Ketua Tim Unit Manajemen Proyek Tim Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rani Sjamsinarsi, mengatakan tol Solo-Jogja tak akan dilengkapi rest area atau kawasan peristirahatan.

Rani mengatakan jika ada rest area, maka pengguna tol hanya akan lewat di Jogja tanpa mampir. Selain itu, dikhawatirkan pedagang kecil di Jogja nanti akan sepi pembeli jika pengguna tol hanya melintas tanpa masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Meski begitu, sebagian besar warganet ramai berpendapat tol Solo-Jogja tetap memiliki rest area. Melalui berita yang diunggah di halaman Solopos.com, Kamis (7/11/2019), warganet kebanyakan memiliki syarat jika rest area dibangun di tol Solo-Jogja.

Salah satu syaratnya adalah rest area harus melibatkan pedagang di sekitar lokasi. "Harus tetap diberikan rest area. Yang jualan diambil dari masyarakat sekitar rest area," tulis pengguna akun Facebook Ari Rahmadi.

"Justru mestinya ada rest area dan diberikan ruang khusus untuk pengusaha kecil di rest area tersebut, contoh di rest area di Thailand dan Malaysia," ungkap pengguna akun Facebook Sano Wasi Wisrawa Yoga.

"Seharusnya rest area diisi warung yang jadi imbas adanya tol. Itu kalau punya niat ingin masyarakatnya sejahtera," imbuh pengguna akun Facebook Ar Roh M.

Padahal sebelumnya, Rani telah mengungkapkan kekhawatirannya jika ada rest area di infrastruktur penghubung Solo dan Jogja tersebut. Rani khawatir para pengusaha kecil nanti tak mampu menyewa ruang di rest area yang diprediksi mahal.

Meski dijelaskan Rani exit tol akan menghubungkan ke lokasi strategis di Jogja untuk peristirahatan pengguna tol, kebanyakan warganet menilai rest area di tol Solo-Jogja masih penting. Warganet menilai rest area bukan hanya untuk istirahat, namun juga untuk pengguna tol menepi jika ada masalah pada kendaraan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten