Net TV Dikabarkan PHK Massal, Instagram Wishnutama Diserbu Netizen

Kabar PHK massal yang akan dilakukan NET TV karena tak mampu bersaing dengan televisi lainnya membuat warganet ikut sedih

Net TV Dikabarkan PHK Massal, Instagram Wishnutama Diserbu Netizen

SOLOPOS.COM - NET TV Dikabarkan PHK Massal / Instagram - Wishnutama

Solopos.com, JAKARTA – Kabar PHK massal yang akan dilakukan Net TV karena tak mampu bersaing dengan kompetitor televisi lainnya membuat warganet ikut sedih.

Pada Jumat (9/8/2019) siang ini, Net TV menjadi trending topic Twitter Indonesia karena banyak dibicarakan oleh warganet.

Warganet menyayangkan keputusan pihak Net TV untuk memotong jumlah karyawannya mengingat konten yang disajikan oleh stasiun televisi ini dinilai menarik dan juga mendidik.

“Buka trending topic , eh dapet kabar Net TV  mulai kolaps … padahal acaranya bagus2 dari pada yang lainnya .. stay strong !,” tulis akun @mjunaidir.

“serba salah juga sih Net TV, mau nargetin pasar anak muda tp skrg yg muda2 udah jarang dan mungkin males nonton tv, sedangkan yg tua2 tau sendiri kesukaan mereka tayangan2 drama sinetron dan sejenisnya.. hmmm,” tulis akun @wingardium12.

“Jadi berslaah sama net tv karena aku liat tayangannya selalu lewat youtube huhu,” tulis akun @delimanbry.

Tak hanya di jejaring media sosial Twitter, warganet juga ikut protes di laman komentar unggahan foto Instagram terakhir CEO NET TV, Wishnu Utama.

“Om wisnutama mengapa net tv sekarang berbeda,” tulis akun agustinus.pieters.

“Saya baca di twitter Net tv bangkrut, menyiapkan opsi PHK masal,” tulis akun abiadalah.

“Pak apa benar net tv mau phk massal soal nya net bangkrut katanya pak,” tulis akun fypo5. 

 
 

Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Covid-19 di Boyolali Menurun, Sudah Sepekan di Zona Kuning

Sudah sejak sepekan terakhir, Kabupaten Boyolali berada di zona risiko rendah atau zona kuning terkait persebaran Covid-19.

Lezatos! Sambal Tumpang Sorsi Kuliner Andalan di Sragen, Cuma Rp5.000 Hlo

Saat berkunjung ke Kabupaten Sragen jangan sampai melewatkan kuliner legendaris, sambal tumpang sorsi yang murah dan lezat.

Berpotensi Untung Besar, Pemuda Wonogiri Isi Waktu Luang dengan Budidaya Porang

Para pemuda di Wonogiri mulai tertarik membudidayakan porang karena tanaman itu dinilai mempunyai keunggulan lebih dibandingkan tanaman lain.

Anthony Ginting Gagal ke Final Olimpiade 2020, Masih Berpeluang Raih Perunggu

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke babak final cabang olahraga bulu tangkis nomor tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.

Warga di Masaran Sragen Kenakan Jas Hujan Saat Memandikan & Memakamkan Jenazah, Biar Aman

Kisah unik tentang warga Desa Jirapan, Masaran, Sragen, yang memandikan dan memakamkan jenazah salah seorang perangkat desa memakai jas hujan agar aman dari penularan Covid-19.

Kabar Baik, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Karanganyar Mulai Turun

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar sudah mulai turun.

Tersangka Ilham Siregar Meninggal karena Sakit, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi ASABRI?

Tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Ilham W Siregar meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

Geger! Teror Bra Gelantungan Bikin Heboh Warga Rembang

Teror bra bergelantungan di sejumlah lokasi menggegerkan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kempis-Kempis, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan

Sekitar 8.000 karyawan maskapai penerbangan Lion Air bakal dirumahkan agar perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi.

Kuliner Solo, Memanjakan Selera Harus Tahu Batas

Laman Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan informasi bahwa satai brutu menyebabkan mudah lupa atau mudah pikun sebagai disinformasi.

Kebakaran Kandang di Grobogan: 13.000 Ekor Ayam Hangus, Rugi hingga Rp1,2 Miliar

Kebakaran terjadi di kandang berisi 13.000 ekor ayam di Grobogan, Jawa Tengah, yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

Kasus Kematian Covid-19 di Jateng Tinggi, 90% dari Pasien Usia 40 Tahun ke Atas

Kasus kematian atau crisis fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) masih terbilang tinggi.