Warga melihat Sungai Pusur dari Jembatan Bubrah di Kenaiban, Juwiring, Klaten, Selasa (26/3/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Warga Kenaiban, Kecamatan Juwiring, -cakades-klaten-terpilih-bakal-digelar-di-malam-ramadan" title="Pelantikan Cakades Klaten Terpilih Bakal Digelar di Malam Ramadan">Klaten, gempar lantaran ada seorang nenek-nenek yang diduga tercebur Sungai Pusur, Selasa (26/3/2019) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa ini berawal dari kesaksian Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Wakidi, 44, yang sempat melihat warganya yang sudah lansia, Arjo Winangun alias Arsi, 80, tiduran di Jembatan Bubrah desa setempat, Selasa (26/3/2019) pukul 01.00 WIB.

Lantaran kondisi gelap, Wakidi mengira orang yang tiduran di atas jembatan itu orang gila. Pagi harinya, Wakidi memperoleh informasi dari warga yang menyebut Arjo Winangun menghilang dari rumahnya.

Anggota keluarganya sudah mencari ke berbagai penjuru desa namun tak kunjung menemukan nenek-nenek itu. “Mendengar hal itu, saya ingat orang yang tiduran di jembatan itu. Kemungkinan besar yang saya lihat itu Mbah Arjo Winangun. Sampai siang ini tak ada yang mengetahui keberadaan Mbah Arjo Winangun. Ada dugaan kecemplung di sungai,” kata Wakidi saat ditemui wartawan di Kenaiban, Juwiring, Selasa.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) -pemilih-klaten-urus-surat-pindah-mencoblos" title="Ribuan Pemilih Klaten Urus Surat Pindah Mencoblos">Klaten, Didik Jarot, mengatakan timnya memperoleh informasi terkait hilangnya Arjo Winangun, Selasa pukul 10.00 WIB. Setelah itu, tim mendatangi lokasi di Kenaiban, Juwiring.

“Kesimpulan kami sementara Mbah Arjo Winangun sebagai korban hilang terlebih dahulu. Kami belum menyimpulkan ini merupakan salah satu korban kecelakaan air. Soalnya tak ada saksi mata yang detail melihat kejadian. Di samping itu, tak ada jejak barang yang ditinggalkan korban di sekitar sungai. Kendati begitu, kami juga koordinasi Search and Rescue (SAR) Klaten dan warga mencari Mbah Arjo Winangun di sepanjang Sungai Pusur,” katanya.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, tim SAR -kali-dengkeng-klaten-kritis-di-40-lokasi" title="Tebing Kali Dengkeng Klaten Kritis di 40 Lokasi">Klaten langsung memasang jaring di bagian hilir Sungai Pusur di Desa Kenaiban. Di sisi lain, warga Kenaiban juga menyisir sungai tersebut secara manual.

Hingga Selasa siang, tim SAR, sukarelawan, dan warga belum menemukan Arjo Winangun.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten