Nenek-Nenek Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Sukabumi

Wanita lansia yang merupakan pengemudi minibus Xpander bernopol F 1349 OJ diduga lalai saat mengemudikan kendaraannya.

 Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Freepik).

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Freepik).

Solopos.com, SUKABUMI — Seorang wanita lanjut usia (lansia) di Sukabumi, Jawa Barat berinisial EH, 71, ditetapkan sebagai tersangka pada peristiwa kecelakaan maut yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Video kecelakaan maut yang dipicu nenek-nenek itu beredar luas beberapa hari lalu.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Dari hasil penyidikan mulai pemeriksaan saksi olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendatangkan ahli. Maka atas dasar tersebut EH kami tetapkan sebagai tersangka pada kasus kecelakaan di Jalan Raya RA Kosasih, tepatnya di depan Perumahan Pesona Cibeureum Permai,” kata Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota AKP Tejo Reno Indratno, di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/9/2022).

Menurut Tejo, tersangka yang merupakan pengemudi minibus Xpander bernopol F 1349 OJ diduga lalai saat mengemudikan kendaraannya.

Baca Juga: Terkuak, Sopir Minibus Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo Konsumsi Obat-obatan

Tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat (1) dan (4) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan penjara maksimal lima tahun.

Penetapan tersangka ini pun berdasarkan dari hasil pemeriksaan kendaraan yang digunakan EH oleh Dishub Kota Sukabumi dan oleh ketua mekanik Mitsubishi yang sudah disertifikasi.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Mobil Tabrak Angkot di Sukabumi, 3 Orang Meninggal

Pada pemeriksaan awal, yang dikhususkan ke sistem pengereman dinyatakan baik oleh pihak Mitsubishi dan Dishub yang menyebutkan bahwa kendaraan tersebut layak pakai.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Truk Hantam 5 Kendaraan di Cianjur, 6 Orang Meninggal

Pihaknya menduga kecelakaan yang menewaskan tiga korban, yakni sopir dan penumpang angkot 01 Sukabumi-Sukaraja dan penjual cakue, murni akibat kelalaian EH.

Penanganan peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa hari lalu tersebut masih dilakukan secara intensif dan profesional.

Baca Juga: Bus Wisata Terguling di Tanjakan Dini Sukabumi, 1 Orang Meninggal

“Kami berkomitmen akan terus melaksanakan sesuai dengan standar operasional pelaksanaan sampai dengan tahap penyerahan berkas ke kejaksaan,” katanya pula.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Orang dengan Satu Nama bakal Dilarang Masuk Uni Emirat Arab

      Semua pengunjung yang bepergian masuk dan keluar dari UEA harus memiliki nama utama dan sekunder di paspor mereka agar diizinkan bepergian.

      KAHMI Muda Deklarasi Erick Thohir sebagai Cawapres 2024

      Koordinator Nasional Presidium KAHMI Muda Indonesia Basri mengatakan Indonesia harus memilih pemimpin yang memiliki wawasan pengalaman aktif di ekonomi dan percaturan politik dunia.

      Ramai Kode Rambut Putih dari Jokowi, Ganjar Unggah Foto Rambut Hitam

      Setelah ramai kode rambut putih dari Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo mengunggah foto dirinya dengan rambut hitam.

      Ramai Disinggung Jokowi, Ini Daftar Pemimpin Berambut Putih di Indonesia

      Disinggung Presiden Jokowi di acara Nusantara Bersatu, berikut ini daftar pemimpin berambut putih di Indonesia.

      Peran Tak Optimal, Komisi Informasi Publik Perlu Dievaluasi

      Peran KIP hingga saat ini belum dirasakan oleh publik dan kinerjanya nyaris tak terdengar publik.

      Kondisi Jenazah Rusak Jadi Kendala Tim DVI Polri Identifikasi Korban Gempa

      Secara teknis DVI Polri memiliki sumber daya manusia yang didukung Inafis, dua dokter forensik Polri, tiga dokter forensik setempat, dan teknisi.

      DVI: Korban Jiwa Gempa Cianjur 27 Anak Balita, 15 Anak-Anak Teridentifikasi

      Sejak Jumat (25/11/2022) sore hingga Sabtu (26/11/2022) 2022 telah diterima total 13 kantong jenazah. DVI Polri telah menerima 155 kantong jenazah berisi jenazah utuh dan tiga kantong jenazah berisi bagian tubuh.

      Indonesia Tua di Situs Megalitikum Gunung Padang Digoyang Gempa Cianjur

      Situs Gunung Padang yang dikenal sebagai Indonesia Tua tak mengalami kerusakan akibat Gempa Cianjur, beberapa waktu lalu.

      Bangunan 31 Ponpes NU Roboh akibat Gempa Cianjur, 30 Santri Wafat

      Rata-rata pondok pesantren dibangun menggunakan skema swadaya atau gotong royong santri atau alumni sehingga konstruksi bangunan tidak sesuai dengan spesifikasi dan rawan terhadap gempa bumi.

      Polisi Terduga Penganiaya Selebgram Farah Diba Ditahan Polda Kalsel

      Selebgram Farah Diba mengaku ditampar, ditendang hingga dijambak bahkan diancam untuk dibunuh ketika bertengkar dengan oknum polisi berinisial DM.

      Sembilan Gempa Guncang Indonesia Hari Ini, Termasuk Cianjur dan Sukabumi

      Sembilan kali peristiwa alam itu bisa dirasakan guncangannya oleh masyarakat yang tinggal di lokasi sekitar titik gempa.

      Menolak Dipayungi, Mensos Risma Hujan-hujanan di Lokasi Pengungsian Cianjur

      Mensos Risma menolak saat hendak dipayungi oleh seorang pengungsi ketika hujan mulai turun.

      Sebut Pemimpin Berambut Putih, Jokowi Dinilai Ingin Duetkan Prabowo-Ganjar

      Jokowi dianggap ingin menduetkan Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.

      Situs Purba Gunung Padang Selamat dari Gempa Cianjur

      Juru Pelihara (Jupel) Menghalit Gunung Padang, Nanang Sukamana, memastikan tidak ada kerusakan di situs tertua di dunia yang terletak di Kecamatan Campaka itu.

      Tragedi Berdarah Enam Karyawan di Virginia Dipicu Aksi Perundungan

      Berdasarkan analisis forensik karyawan Walmart, Bing yang berusia 31 tahun itu mengeluh rekan kerja mengucilkan dan memusuhinya, bahkan menertawakannya.