Nelayan Majalengka Hilang Ditelan Ombak di Perairan Pati
Petugas Basarnasa Pos SAR Jepara menyiapkan perahu untuk pencarian nelayan asal Majalengka yang hilang di perairan Banyutowo, Kabupaten Pati, Jateng, Senin (1/3/2021). (Semarangpos.com-Basarnas Kantor SAR Semarang)

Solopos.com, PATI – Seorang nelayan, Lukman Hidayat, asal Kelurahan Cihaur, Majalengka, Jawa Barat (Jabar), mengalami nasib nahas. Ia ditelan ombak perairan Banyutowo, Pati, Minggu (28/2/2020). Tim SAR gabungan hingga Senin (1/3/2021) masih mencari keberadaan korban.

Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya mengatakan korban menjaring ikan di perairan Pati bersama dua rekannya dengan menggunakan kapal Mina Jaya Sentosa. Saat rekan-rekannya memperbaiki jaring, tiba-tiba korban tercebur ke laut dan tenggelam.

Tidak ada yang tahu penyebab korban terjatuh ke perairan. Meski demikian, awak kapal yang berada di belakang kapal yang ditumpangi korban melihat korban terjatuh ke laut.

“Diduga korban terpeleset dan jatuh. Ia tidak bisa menyelamatkan diri hingga akhirnya tenggelam,” tutur Nur Yahya, dalam keterangan resmi.

Baca jugaDor! Pelaku Perampokan Toko Emas Semar Semarang Dibekuk Polisi

Adanya informasi nelayan yang hilang di laut itu pun membuat Basarnas Kantor SAR Semarang langsung memerintahkan Basarnas Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian. Satu regu penyelamat pun diterjunkan untuk mencari korban di perairan Banyutowo, Pati. Regu penyelamat melakukan pencarian dengan dilengkapi peralatan SAR air.

“Operasi pencarian tim SAR gabungan kita lakukan dengan menggunakan metode penyisiran. Kita melakukan penyisiran dengan perahu karet dari TPI [tempat pelelangan ikan] Banyutowo menuju lokasi hilangnya korban,” ujar Nur Yahya.

Baca jugaDitinggal Suami Berenang, Wanita Nogosari Meninggal Tenggelam di Umbul Pengging Boyolali

Meski demikian, hingga berita ini ditulis tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan nelayan asal Majalengka tersebut. Tim SAR gabungan harus menghadapi gelombang laut yang cukup tinggi dan cuaca hujan dengan intensitas ringan dalam mencari keberadaan korban.

“Kondisi tinggi gelombang perairan Banyutowo sekitar 0,5-1 meter. Arah anginnya dari barat daya menuju utara. Sementara cuaca hujan ringan. Semoga tim SAR gabungan diberi kemudahan dan segera menemukan keberadaan korban,” tutur Nur Yahya.

 

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom