Nelayan Hilang Jepara Ditemukan Tanpa Nyawa di Pantai Kedung
Personel Basarnas Pos SAR Jepara, Jawa Tengah bersama berbagai potensi SAR, Selasa (2/7/2019) mengevakuasi jasad nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Jepara. (Antara-Basarnas)

Semarangpos.com, JEPARA — Personel Basarnas Pos SAR Jepara bersama berbagai potensi search and rescue (SAR), Selasa (2/7/2019), menemukan nelayan yang dilaporkan hilang di Pantai Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sayangnya, lelaki itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah seharian menghilang.

Menurut Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara Wisnu Yuas nelayan bernama Ali Rohmad itu ditemukan tim gabungan yang melakukan pencarian sekitar pukul 08.40 WIB. Jumlah personel gabungan yang diterjunkan untuk melakukan pencarian di Perairan Kedung, Kabupaten Jepara itu mencapai 30 orang, termasuk dari nelayan setempat juga ikut melakukan pencarian.

Khusus personel Basarnas yang diterjunkan, katanya, berjumlah 10 orang. Mereka melakukan pencairan menggunakan rigid inflatable boat (RIB), selain pula dibantu para nelayan, serta perahu karet dari BPBD Jepara.

Korban yang ditemukan mengambang dalam kondisi  tengkurap, dengan jarak dari bibir pantai sekitar 5 mil. "Saat ditemukan, korban memang tidak memakai jaket pelampung [life jacket] sebagai alat keselamatan melaut. Jika memakai jaket pelampung dimungkinkan masih ada peluang terselamatkan," ujarnya.

Upaya pencarian sendiri dimulai sejak Senin (1/7/2019) setelah mendapatkan informasi ada nelayan asal Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Jepara hingga pukul 17.00 WIB. Perahu korban saat ditemukan nelayan setempat dalam kondisi masih hidup dan berhasil ditarik ke tepian pada pukul 12.00 WIB.

Untuk penyebab pastinya hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal, kata dia, belum diketahui. Setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya korban dibawa ke rumah duka usai dilakukan visum.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, korban pergi melaut mulai pukul 05.00 WIB seorang diri, namun pada siang hari nelayan setempat dikejutkan dengan perahu korban ditemukan di laut dengan mesin masih menyala, sedangkan korban tidak ada di tempat.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang, cuaca wilayah perairan Kepulauan Karimunjawa ketinggian gelombang lautnya maksimal 1,5 m dengan kecepatan angin antara 8 knot-10 knot. Sementara untuk Laut Jawa ketinggian gelombangnya bisa mencapai 2,5 m dengan kecepatan angin 10 knot-25 knot dan perairan utara Jateng ketinggian gelombangnya bisa mencapai 1,25 m dengan kecepatan angin 4 knot-10 knot.

Cuaca tersebut cukup aman bagi nelayan untuk mencari ikan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom