Kategori: Jatim

Nekat Mudik Ke Madiun? Bakal Diisolasi di Rumah Angker


Solopos.com/Abdul Jalil

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menyiapkan rumah angker bagi warga yang nekat mudik di tengah pandemi Covid-19. Pemkot benar-benar melarang warganya di perantauan untuk mudik.

Larangan mudik ini sesuai instruksi tegas Presiden Joko Widodo. Ini menjadi salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang bisa saja dibawa oleh para pemudik ke kampung halamannya.

Rumah angker yang digunakan sebagai tempat isolasi yaitu Rumah Tahanan Militer (RTM) Corps Polisi Militer (CPM) Madiun. Bangunan itu berada di Jl. A. Yani No. 9 Kota Madiun.

Ini Menu Sahur Yang Mudah & Praktis, Cocok Untuk Anak Kos

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan Kota Madiun tertutup bagi para pemudik. Namun, kalau ada yang melanggar dan tetap mudik akan diisolasi di tempat khusus.

Selain bangunan angker RTM, kata Maidi, Pemkot juga menyiapkan ruang ganti pemain di Stadion Wilis Madiun dan selter UPTD Dinsos PP dan PA. Nantinya pemudik yang nekat pulang akan ditempatkan di tempat isolasi khusus ini.

Tempat yang jauh dari lingkungan masyarakat ini sengaja disiapkan sebagai bentuk hukuman bagi warga yang melanggar.

4 Santri Temboro Asal Madiun Positif Corona Dalam Rapid Test

"Pemerintah sudah melarang. Kalau masih ada yang nekat mudik berarti mereka ini melanggar aturan. Ini mungkin bisa disebut semacam hukuman," kata dia, Kamis (23/4/2020).

Wali kota meminta posko tiga pilar di setiap kelurahan untuk bersiaga 24 jam. Setiap warga yang datang wajib dicatat. Bagi warga yang membandel akan langsung dikirim ke tempat isolasi khusus.

Bagi mereka yang diisolasi akan mendapatkan berbagai kebutuhan makanan. Warga yang diisolasi juga harus memasak sendiri selama menjalani isolasi.

Mau Jadi Tempat Isolasi Pemudik, Ini Sejarah Kelam Rumah Tahanan Militer Madiun

"Fasilitas di Stadion Wilis ini cukup lengkap. Tetapi memang tidak layak dan sepi kalau malam. Yang mau mencoba silakan. Akan kita isolasi di sini selama 14 hari," jelasnya.

Lebih lanjut, Maidi juga akan melakukan pengetatan kendaraan yang masuk ke Kota Madiun. Pihaknya akan kembali memberlakukan penyemprotan dan pemeriksaan suhu tubuh di titik masuk kota.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy