Ilustrasi penggusuran PKL oleh Satpol PP. (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, SUKOHARJO – Satpol PP Sukoharjo melakukan operasi penyakit masyarakat di kawasan perbatasan Karanganyar, Rabu (18/12/2019). Dalam operasi tersebut, mereka merazia pedagang kaki lima (PKL) liar yang berjualan di bantaran sungai.

Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan bersama tim gabungan dari Satpol PP Karanganyar dan provinsi Jawa Tengah itu menertibkan 11 PKL. Para PKL itu diberi surat peringatan untuk membongkar bangunan dalam waktu sepekan ke depan. Jika tidak dilakukan, maka lapak mereka akan dibongkar paksa oleh petugas.

"Ada 11 PKL yang ditertibkan. Mereka membangun bangunan semi permanen dan permanen di bantaran sungai," kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Sukoharjo, Wardino.

Selain PKL, tim gabungan juga merazia sejumlah indekos di wilayah perbatasan Sukoharjo-Karanganyar. Hasilnya, mereka mengamankan empat pasangan tak resmi yang asyik berduaan di kamar indekos.

Indehoi di Indekos Sukoharjo, 4 Pasangan Diciduk

Mereka diamankan saat indehoi di kamar indekos milik Basir di Jl. Kanthil, Palur Kulon, Kost Sekar Ayu milik Ninik di Palur Wetan, serta Indekos milik Watik di Palur Wetan. "Saat kami grebek pasangan ini bukan suami istri dan tidak bisa menunjukkan indentitas sebagai pasangan suami istri," terang Wardino.

Wardino mengatakan operasi gabungan akan terus dilakukan dalam rangka menciptakan kondusivitas wilayah perbatasan Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Operasi gabungan sekaligus sebagai bentuk sinergisitas sesama aparatur penyelenggara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah perbatasan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten