Nekat, Gelar Hajatan di Sukoharjo akan Dibubarkan

Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan terhadap hajatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

SOLOPOS.COM - Prosesi akad nikah di Dusun Karakan, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Sukoharjo dipantau tim Satgas Covid-19 tingkat desa dan kecamatan. Foto belum lama ini. (Istimewa/Muhammad Yusuf Amminuddin)

Solopos.com, SUKOHARJO-- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan terhadap hajatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten ini berjalan.

Hal ini merujuk Surat Edaran (SE) Bupati Sukoharjo No 300/040/I/2021 tentang Pelarangan Penyelenggaraan Hajatan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan menggandeng Satgas di tingkat desa dan kelurahan untuk memperketat pengawasan gelaran hajatan di masyarakat.

"Jangan sampai ada warga yang nekat menggelar hajatan. Kalaupun ada yang nekat akan dibubarkan," kata Heru kepada Solopos.com, Minggu (17/1/2021).

Adapun sejumlah poin yang diatur dalam aturan tersebut yakni larangan menggelar hajatan atau pertemuan seperti pernikahan, tahlilan, sunatan di Sukoharjo. Kebijakan larangan menggelar hajatan berlaku mulai 11-25 Januari.

SE Bupati tersebut mengacu pada pada Instruksi Presiden Nomor 6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona.

Jangan Takut Vaksin Covid-19

Dia mengatakan hajatan dilarang digelar untuk menekan berkembangnya kasus Covid-19 di Sukoharjo. Apalagi kasus Covid-19 bertambah setiap hari dan cukup masif. Salah satu upaya untuk menekan laju persebaran Covid-19 adalah kebijakan larangan menggelar hajatan.

"Warga hanya boleh menggelar akad nikah dan tamu pun maksimal 30 orang. Prosesi akad nikah wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Sejauh ini, Heru mengatakan belum menemukan adanya warga yang nekat menggelar hajatan. Para camat hingga ketua rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) telah menyosialisasikan kebijakan itu kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing. Pihaknya tidak ingin muncul klaster-klaster hajatan di Sukoharjo.

"Kalau memang hajatan sudah terlanjur digelar, mereka harus mengikuti surat edarannya," terangnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan kepada pelaku usaha, warung makan, supermarket/mal tetap mematuhi jam operasional dan mematuhi protokol kesehatan. Jika masih ditemukan ada yang melanggar, mereka akan diberikan peringatan. Bila peringatan pertama hingga ketiga tidak dihiraukan, maka sanksinya selanjutnya adalah pencabutan izin usaha.

PJJ Tak Kunjung Rampung, Gazebo Taman Baca Dibangun di Salatiga

Tamu Dibatasi

Salah satu fotografer asal Cawas, Klaten, Muhammad Yusuf Amminuddin menceritakan kegiatannya saat mendokumentasikan akad nikah di Karakan dan Karangwuni Weru belum lama ini. Dia mengatakan prosesi akad nikah dilaksanakan saat diberlakukannya PPKM sehingga jumlah tamu yang hadir dibatasi maksimal 30 orang. Selain itu pelaksanaan akad nikah juga ditinjau langsung oleh Satgas Covid-19 tingkat desa dan kecamatan hingga acara selesai.

"Saya melihat di Sukoharjo sudah melaksanakan sesuai dengan aturan. Prosesi akad nikah tuan rumah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan seperti masker, handsanitizer, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh," katanya.

Selain itu acara berjalan hanya maksimal dua jam dan tidak diperbolehkan ada hiburan.

Berita Terbaru

Anggota Polres Sragen Ikuti Vaksinasi Demi Buktikan Vaksin Covid-19 Aman

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 578 anggota Polres Sragen sudah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Mereka membuktikan bila vaksin aman dipakai...

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...

Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik mulai Rabu (24/2/2021). Sementara...

Inspiratif, 20 Perempuan Donor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SOLO--Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan  komponen darah pada alat di...

Kuatkan Daya Tubuh Anak di Masa Pandemi, Polres Wonogiri Beri Ratusan Paket Susu

Solopos.com,WONOGIRI -- Polres Wonogiri membagikan ratusan paket susu di Kampung Siaga Candi Covid-29, Selasa (23/2/2021). Susu itu selanjutkan didistribusikan...

Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Solopos.com, BOYOLALI — Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi,...

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang...

Satgas Sukoharjo Optimalkan Posko Covid-19 di Desa

Solopos.com, SUKOHARJO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo mengoptimalkan posko Covid-19 di setiap desa/kelurahan. Hal ini untuk pencegahan,...