Ndak isa nyopir, mending diuangkan...

Mata perempuan paruh baya itu sontak berkaca-kaca. Saat itu Walikota Jogja, Herry Zudianto, menyerahkan secara simbolis anak kunci berukuran jumbo yang terbuat dari gabus, sebagai simbol  memenangkan undian utama Tabungan JOS dari Bank Jogja, yakni satu unit mobil Daihatstu Xenia warna biru.

Senyum.., senyum bu.., jangan nangis. Begitu para wartawan berseru, manakala hendak mengambil foto penyerahan secara simbolis hadiah utama undian Tabungan JOS Bank Jogja di halaman Bank Jogja, kemarin.
Memang tak pernah terbayangkan oleh Suratih (50th), warga Keragilan, Sidomoyo, Godean, Sleman, ini untuk bisa memboyong hadiah utama undian Tabungan JOS Bank Jogja yang telah dilakukan Minggu (10/5) lalu.

Dia yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sepatu loak di Pasar Beringharjo lantai III itu, bahkan hanya memiliki tabungan sebesar Rp211.000 di Bank Jogja.  Sehari-hari, dari tiap uang hasil jualan sepatu bekasnya, selain disisihkan untuk mencicil angsuran pinjaman sebesar Rp20.700 ke Bank Jogja, praktis dia hanya menabung sebesar Rp4.300 per minggu.

”Seadanya, yang penting bisa ngangsur dan sedikit-sedikit untuk menabung,” ucapnya. Ketika ditanya akan diapakan hadiah mobil yang dia terima, ibu empat anak itu menjawab dengan lugu, hendak menguangkan hadiah mobil itu dengan cara menjualnya kepada anak menantunya.

”Lha kula ndak isa nyopir, mending diuangkan saja,” ujarnya. Uang itu nantinya digunakan untuk menutup hutang keluarga yang masih tersisa. Dan sebagian untuk modal usaha dan biaya pendidikan anaknya yang terkecil yang mash duduk di STM di Mrican.

”Rencananya juga untuk beli sepeda motor.  Karena anak saya mau Praktek Kerja Lapangan (PKL), jadi butuh kendaraan,” kata dia. Dalam acara penyerahan hadiah utama undian Tabungan JOS Bank Jogja, Herry Zudianto berharap apa yang dialami Sutarsih bisa diceritakan kepada rekan-rekan sesama pedagang di Pasar Beringharjo, sehingga bisa memotivasi mereka [pedagang] untuk menabung di Bank Jogja.  Dan menggunakan jasa perbankan di Bank Jogja untuk kepentingan pengembangan usaha mereka.

Sementara itu, Direktur Bank Jogja, Mochamad Sutowo, menjelaskan, filosofi di balik nama Tabungan JOS yang merupakan kependekan dari Jogja bisa Sejahtera ini adalah agar mereka yang menabung di Bank Jogja bisa menjadi lebih sejahtera.

Dan sebagai salah satu komitmen dan apresiasi pihak bank terhadap loyalitas para nasabahnya, setiap satu tahun sekali Bank Jogja mengadakan undian itu.

Oleh Yuspita Anjar Palupi
Wartawan Harian Jogja

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom