Nato Siap Ganyang Rusia jika Lakukan Serangan Nuklir

Nato siap menghancurkan pasukan dan peralatan perang Rusia di Ukraina jika Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan senjata nuklir. 

 Ledakan Tsar Bomba di Pulau Novaya Zemlya, Laut Arktik, 1961. (Globalsecurity.org)

SOLOPOS.COM - Ledakan Tsar Bomba di Pulau Novaya Zemlya, Laut Arktik, 1961. (Globalsecurity.org)

Solopos.com, JAKARTA–Nato siap menghancurkan pasukan dan peralatan perang Rusia di Ukraina jika Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan senjata nuklir. Ancaman itu disampaikan mantan direktur CIA dan pensiunan jenderal militer bintang empat, David Petraeus.

Petreaus mengatakan bahwa dia belum berbicara dengan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan tentang kemungkinan tanggapan AS terhadap eskalasi nuklir dari Rusia. Namun, pejabat Pemerintah AS telah berulang kali memberitahu pihak Moskow soal rencana itu.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Untuk membuktikan kepada Anda, kami akan merespons dengan memimpin upaya Nato secara kolektif untuk mengalahkan setiap kekuatan konvensional Rusia yang dapat kami identifikasi di medan perang di Ukraina dan juga di Krimea dan setiap kapal di Laut Hitam,”ujarnya seperti dikutip TheGuardian.com, Senin (3/10/2022).

 

Peringatan itu datang beberapa hari setelah Putin menyatakan pandangan yang banyak ditafsirkan sebagai ancaman perang yang lebih besar antara Rusia dan Barat. Ketika ditanya apakah penggunaan senjata nuklir oleh Rusia di Ukraina akan membawa Amerika Serikat dan Nato maju ke medan perang, Petreaus mengatakan bahwa langkah itu bisa diambil.

Meski Ukraina bukan anggota Nato, AS dan sekutunya akan mengambil tindakan. Petreaus mengakui bahwa kemungkinan radiasi akan meluas ke negara-negara Nato dan berdasarkan payung hukum Pasal 5 hal itu dapat ditafsirkan sebagai serangan terhadap anggota Nato.

Kasus lainnya adalah bahwa ini sangat mengerikan sehingga harus ada tanggapan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tekanan yang meningkat pada Putin setelah Ukraina memperoleh kemenangan di bagian timur negara itu, selain perlawanan terhadap upaya mobilisasi di Rusia, Petreaus mengatakan pemimpin Moskow itu telah putus asa.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Nato Siap Ganyang Rusia Jika Lakukan Serangan Nuklir

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Orang dengan Satu Nama bakal Dilarang Masuk Uni Emirat Arab

      Semua pengunjung yang bepergian masuk dan keluar dari UEA harus memiliki nama utama dan sekunder di paspor mereka agar diizinkan bepergian.

      KAHMI Muda Deklarasi Erick Thohir sebagai Cawapres 2024

      Koordinator Nasional Presidium KAHMI Muda Indonesia Basri mengatakan Indonesia harus memilih pemimpin yang memiliki wawasan pengalaman aktif di ekonomi dan percaturan politik dunia.

      Ramai Kode Rambut Putih dari Jokowi, Ganjar Unggah Foto Rambut Hitam

      Setelah ramai kode rambut putih dari Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo mengunggah foto dirinya dengan rambut hitam.

      Ramai Disinggung Jokowi, Ini Daftar Pemimpin Berambut Putih di Indonesia

      Disinggung Presiden Jokowi di acara Nusantara Bersatu, berikut ini daftar pemimpin berambut putih di Indonesia.

      Peran Tak Optimal, Komisi Informasi Publik Perlu Dievaluasi

      Peran KIP hingga saat ini belum dirasakan oleh publik dan kinerjanya nyaris tak terdengar publik.

      Kondisi Jenazah Rusak Jadi Kendala Tim DVI Polri Identifikasi Korban Gempa

      Secara teknis DVI Polri memiliki sumber daya manusia yang didukung Inafis, dua dokter forensik Polri, tiga dokter forensik setempat, dan teknisi.

      DVI: Korban Jiwa Gempa Cianjur 27 Anak Balita, 15 Anak-Anak Teridentifikasi

      Sejak Jumat (25/11/2022) sore hingga Sabtu (26/11/2022) 2022 telah diterima total 13 kantong jenazah. DVI Polri telah menerima 155 kantong jenazah berisi jenazah utuh dan tiga kantong jenazah berisi bagian tubuh.

      Indonesia Tua di Situs Megalitikum Gunung Padang Digoyang Gempa Cianjur

      Situs Gunung Padang yang dikenal sebagai Indonesia Tua tak mengalami kerusakan akibat Gempa Cianjur, beberapa waktu lalu.

      Bangunan 31 Ponpes NU Roboh akibat Gempa Cianjur, 30 Santri Wafat

      Rata-rata pondok pesantren dibangun menggunakan skema swadaya atau gotong royong santri atau alumni sehingga konstruksi bangunan tidak sesuai dengan spesifikasi dan rawan terhadap gempa bumi.

      Polisi Terduga Penganiaya Selebgram Farah Diba Ditahan Polda Kalsel

      Selebgram Farah Diba mengaku ditampar, ditendang hingga dijambak bahkan diancam untuk dibunuh ketika bertengkar dengan oknum polisi berinisial DM.

      Sembilan Gempa Guncang Indonesia Hari Ini, Termasuk Cianjur dan Sukabumi

      Sembilan kali peristiwa alam itu bisa dirasakan guncangannya oleh masyarakat yang tinggal di lokasi sekitar titik gempa.

      Menolak Dipayungi, Mensos Risma Hujan-hujanan di Lokasi Pengungsian Cianjur

      Mensos Risma menolak saat hendak dipayungi oleh seorang pengungsi ketika hujan mulai turun.

      Sebut Pemimpin Berambut Putih, Jokowi Dinilai Ingin Duetkan Prabowo-Ganjar

      Jokowi dianggap ingin menduetkan Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.

      Situs Purba Gunung Padang Selamat dari Gempa Cianjur

      Juru Pelihara (Jupel) Menghalit Gunung Padang, Nanang Sukamana, memastikan tidak ada kerusakan di situs tertua di dunia yang terletak di Kecamatan Campaka itu.

      Tragedi Berdarah Enam Karyawan di Virginia Dipicu Aksi Perundungan

      Berdasarkan analisis forensik karyawan Walmart, Bing yang berusia 31 tahun itu mengeluh rekan kerja mengucilkan dan memusuhinya, bahkan menertawakannya.