NATAL DAN TAHUN BARU : Awas, Dishub Semarang Ancam Derek Mobil Parkir Sembarang

NATAL DAN TAHUN BARU : Awas, Dishub Semarang Ancam Derek Mobil Parkir Sembarang

SOLOPOS.COM - Ilustrasi mobil diderek. (blog.aisinsurance.com)

Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 diwarnai ancaman Dishub Kota Semarang yang akan menderek mobil yang parkir sembarangan.

Solopos.com, SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bakal menindak tegas pengendara kendaraan yang parkir sembarangan saat libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Kendaraan yang diparkir sembarangan akan langsung diderek.

Kepala Dishub Kota Semarang, M. Khadik, mengaku pihaknya tidak akan lagi menggunakan sistem menggembok roda kendaraan yang kedapatan melanggar aturan parkir. Ia menilai langkah itu kurang efektif dalam mengurangi kemacetan.

Oleh karena itu, pihaknya pun akan menerapkan sistem derek langsung kepada kendaraan yang melanggar aturan parkir, terutama saat musim libur Natal dan Tahun Baru.

“Kalau pengendara mobil yang melanggar parkir harus kami derek secepatnya. Kalau hanya digembok [roda] sama saja tidak mengurai kemacetan. Itu solusinya,” ujar Khadik saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (25/12/2017).

Khadik menilai pelanggaran parkir paling banyak ditemui di lokasi seperti  Jl. Pandanaran, Simpang Lima, dan Jl. Thamrin. Padahal, lokasi-lokasi itu selama ini rawan kemacetan lalu lintas dan butuh penanganan secepatnya.

Khadik menambahkan guna memperlancar penangganan pelanggaran parkir itu, pihaknya telah menyiapkan dua unit mobil derek.

Selain menyiapkan mobil derek, Dishub Kota Semarang juga akan mengoptimalkan pengoperasian Area Traffic Control System (ATCS) guna memantau titik-titik rawan kemacetan selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Untuk mengurai kemacetan, kami memiliki program-program seperti pengecekan pelanggaran parkir dan sistem pengaturan lampu lalu lintas melalui ATCS,” lanjutnya.

Melalui ATCS itu, Dishub Kota Semarang juga memberlakukan pengaturan ulang pada alat pengatur waktu di setiap traffic light di Kota Semarang. Dengan pengaturan itu, praktis ada  penambahan maupun pengurangan durasi lampu merah maupun lampu hijau di titik-titik tertentu guna mengantisipasi kemacetan.

“Jika daerah yang berpotensi macet seperti Jalan Raya Mangkang sampai Kalibanteng kami akan tambah durasi lampu hijaunya. Begitu juga sebaliknya,” terang Khadik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Targetkan Kredit Macet Turun Hingga 3,8 Persen pada 2021, Ini Strategi BTN

BTN menargetkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) akan turun ke level 3,8 persen sampai 3,9 persen pada 2021.

Virus Corona Varian Delta Serang AS, Pegawai Federal Wajib Vaksin

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan mempertimbangkan wajib vaksin bagi semua pegawai federal AS akibat virus corona varian delta.

10 Berita Terpopuler : Viral Pemuda Nikah dengan 2 Wanita Sekaligus – Jalur Bawah Flyover Palur Ditutup

Ulasan tentang pemuda nikah dengan dua wanita hingga jalur bawah Flyover Palur ditutup masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Soal Gagal Tangani Covid-19, Luhut Malah Sindir Petinggi Parpol

Luhut Binsar Pandjaitan balik menyindir petinggi partai politik ketika Indonesia disebut negara gagal akibat gagal menangani Covid-19.

Nekat ke Indonesia, Warga Arab Saudi Terancam Hukuman

Arab Saudi mencegah warganya bepergian ke negara dengan penularan virus corona pemicu Covid-19 tinggi seperti Indonesia.

SBY Minta Tuhan Bimbing Pemerintah Hadapi Covid-19

Covid-19 di masa pemerintahan Presiden Jokowi membuat Presiden Ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berdoa kepada Tuhan.

Pelanggar Aturan Covid-19 di Arab Saudi Diancam Hukuman 3 Tahun

Arab Saudi mengancam warga dengan hukuman tidak bepergian selama tiga tahun jika berkunjung ke negara pemicu penularan Covid-19 tinggi.

Ini 4 Tersangka Penganiayaan Pesilat di Tulungagung Saat Latihan

Polisi menetapkan empat tersangka dua diantaranya anak-anak dalam kasus tewasnya seorang pesilat di Tulungagung.

Terancam Virus Corona Varian Delta, Sydney Perpanjang Lockdown

Lockdown atau penguncian Sydney diperpanjang setidaknya empat pekan karena Australia gagal menahan penularan virus corona pemicu Covid-19.

Dada Dipukul Berulang Kali, Pesilat di Tulungagung Meninggal

Korban seorang pesilat di Tulungagung, Jawa Timur diduga mengalami penganiayaan berupa pukulan berulang kali di bagian dada saat latihan.

3 Negara Asia Cetak Rekor Harian Covid-19

Tiga negara di Asia, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan, mencatat rekor kasus Covid-19 harian dalam dua hari terakhir.

Waduh, Banyak Bagian yang Rusak, Pemkot Perbaiki Alun-alun Madiun

Alun-alun Kota Madiun pada sisi utara memang perlu perbaikan karena banyak bagian pedestrian dan paving serta pagar ikon kota itu yang rusak.