Natal, 5 Napi Jateng Penerima Remisi Langsung Bebas
Ilustrasi pemberian remisi bagi narapidana (Bisnis-Nurul Hidayat)

Semarangpos.com, SEMARANG — Lima narapidana (napi) di Jawa Tengah (Jateng) mendapat remisi langsung bebas pada perayaan Hari Natal 2018. Lima napi yang diputuskan bebas itu empat orang di antaranya merupakan napi tindak pidana umum (pidum) dan satu orang napi tindak pidana khusus (pidsus). 

Total ada sekitar 365 napi berkeyakinan Nasrani dari 32 lembaga pemasyarakatan (LP) atau rumah tahanan Negara (rutan) di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jateng yang mendapat pengurangan masa hukuman berupa remisi khusus Natal.

Pemberian remisi itu berdasar Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan No. PAS.PK.01.05.05-733 tertanggal 25 Oktober 2018 perihal Pelaksanaan Pemberian Remisi Khusus Hari Natal Tahun 2018 Kepada Narapidanan dan Anak.

LP yang jumlah napinya memperoleh remisi paling banyak pada Natal kali ini adalah LP Kelas 1 Semarang atau yang populer disebut LP Kedungpane, dengan jumlah penerima mencapai 45 orang, di mana satu di antarana langsung bebas.

Untuk penerima remisi khusus (RK) I atau masih menjalani sisa masa tahanan dengan penguruangan masa hukuman 15 hari berjumlah 94 orang, pengurangan 1 bulan 210 orang, 1 bulan 15 hari 42 orang, dan dua bulan sekitar 14 orang.

Sementara untuk penerima remisi khusus (RK) II atau langsung bebas, dengan pengurangan masa hukuman 15 hari sebanyak tiga orang, 1 bulan 1orang, dan 1 bulan 15 hari satu orang.

“Untuk pengurangan masa hukuman memang bervariasi, disesuaikan masa pidana yang telah dijalani napi yang bersangkutan,” ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng, Heni Yuwono, dalam keterangan resmi.

Heni menyebutkan semakin lama masa pidana yang dijalani seorang napi, maka semakin besar pula remisi yang didapat. Remisi paling banyak diberikan sekitar 2 bulan, sedangkan paling sedikit sekitar 15 hari.

Sementara itu berdasar klasifikasi jenis tindak pidana, napi yang menerima remisi khusus karena terjerat kasus tindak pidum mencapai 160 orang, 197 napi kasus narkoba, dan tiga orang napi pidsus.

“Sedangkan untuk napi teroris [napiter] dan korupsi tidak ada yang memperoleh remisi,” imbuh Heni.

Heni menambahkan banyaknya napi pidum yang mendapat remisi karena napi di Jateng memang didominasi kasus tersebut. Untuk mendapatkan remisi itu, seorang harus  berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan, sehingga diusulkan untuk mendapat penguruangan hukuman.

Selain itu, napi yang memperoleh remisi wajib telah menjalani masa pidana selama enam bulan.

Heni menambahkan pemberikan remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman bagi napi agar Negara seolah-olah memberikan keringanan.

“Remisi merupakan penghargaan bagi napi atas segala hal positif yang dilakukan selama menjalani masa hukuman. Selain itu juga untuk memotivasi mereka agar selalu berkelakuan baik dan tolak ukur keberhasilan pembinaan selama di LP,” imbuh Heni.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom