NASKAH KUNO INDONESIA : 10.300 Naskah Kuno Belum Diakui UNESCO

NASKAH KUNO INDONESIA : 10.300 Naskah Kuno Belum Diakui UNESCO

SOLOPOS.COM - Naskah kuno di Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran yang telah dilaminasi menggunakan tisu Jepang. (Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos)

Naskah kuno Indonesia selain Babad Dipanagara dan Kitab Negarakertagama masih banyak yang belum diakui UNESCO.

Solopos.com, JAKARTA -- Dalam rangkap pengukuhan Babad Dipanagara dan Kitab Negarakertagama oleh UNESCO, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memberikan apresiasi. Menurutnya, pengukuhan naskah asli Indonesia ini memantik semangat masyarakat untuk berjuang memperkenalkan warisan asli Indonesia kepada dunia.

“Ini adalah sebuah pengakuan atas karya citra Indonesia yang tidak hanya dipandang sebagai warisan lokal tapi juga sudah menjadi warisan dunia. Saya ingin sampaikan apresiasi yang luar biasa dari pemerintah kepada anak anak bangsa yang memperjuangkan ini,” ujar Anies Baswedan dalam sambutannya di Perpusnas, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Menurut Anies Baswedan, saat ini masih terdapat 10.300 naskah kuno yang dimiliki oleh Perpusnas yang juga perlu mendapatkan pengakuan sebagai warisan dunia yang dikukuhkan UNESCO melalui Memory of the World (MOW). Dirinya juga berharap bahwa ke depan anak-anak Indonesia dapat mempelajari sejarah Indonesia melalu naskah kuno tersebut.

“Agar pelestarian jalan terus, maka sejarah tentang naskah atau peninggalan kuno seperti ini harus terus dipelajari. Maka nanti saya akan usulkan untuk mengadakan beasiswa untuk mahasiswa sejarah agar arsip warisan dunia di Indonesia ini bisa diketahui secara luas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.