NASIB HONORER K2 : Rumor di Sragen Kian Liar, Sekda Minta Tak Resah

 Ilustrasi Tenaga Honorer K2 (Ayu Abriyani K.P./JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Tenaga Honorer K2 (Ayu Abriyani K.P./JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, meminta para tenaga honorer kategori 2 (K2) tak perlu resah dengan berbagai isu yang berkembang akhir-akhir ini. Pasalnya, hingga kini pemkab masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait tenaga honorer K2.

Diakuinya, sejak berkas honorer K2 lolos verifikasi diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) beberapa waktu terakhir banyak rumor berkembang yang tentu hal itu membuat resah masyarakat khususnya para honorer K2.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Dia mencontohkan salah satu rumor yang berkembang yakni adanya honorer K2 yang diminta untuk mengikuti tes kesehatan serta mencari SKCK sebagai pengganti honorer K2 yang tak lolos verifikasi.

“Ada 14 honorer K2 yang diminta seperti itu. Rumor yang berkembang, mereka diminta memberikan sejumlah uang. Itu hanya isu dan tidak benar. Jangan sampai ada yang percaya kalau seperti itu,” jelas Sekda saat ditemui wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Rabu (18/6/2014).

Disinggung adanya kabar berkas honorer K2 lolos verifikasi yang diusulkan ke BKN ditolak dan dikembalikan ke pemkab, Sekda menegaskan hal itu tidak benar. Disampaikannya, belum adanya keputusan dari pemerintah pusat terkait nasib para honorer memang sangat mudah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menggelontorkan berbagai isu.

“Kalau seperti ini memang dimana pun banyak rumor yang berkembang. Makanya, kami berharap jangan membuat rumor yang meresahkan masyarakat sendiri,” tegas dia.

Sementara itu, terkait perkembangan berkas honorer K2 yang diajukan ke BKN, Sekda menguraikan hingga kini pihaknya belum mendapat informasi. Dia menambahkan sejauh ini juga belum ada keputusan pasti ihwal pengisian honorer K2 yang teranulir saat proses verifikasi.

Dia menjelaskan sejak berkas pengusulan NIP disampaikan ke BKN, pihaknya tak melakukan proses apapun. “Sebelum ada keputusan dari pusat, pemkab tidak akan melakukan langkah-langkah,” kata dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Viral, Video Kades di Grobogan Tenggak Miras dalam Mobil, Ini Respons Pemkab

      Seorang kades di Kabupaten Grobogan terekam kamera saat menenggak miras jenis congyang hingga video viral di medsos.

      Ladeni Persis Solo di Stadion Manahan, PSM Makassar Tanpa Wiljan Pluim

      Di laga sebelumnya, PSM Makassar harus puas berbagi angka 1-1 dengan Dewa United.

      Viral, Video Muda-Mudi Berbuat Tak Sopan di Resto Tawangmangu

      Video sepasang muda-mudi melakukan tindakan tak sopan di salah satu resto di Tawangmangu, Karanganyar, beredar luas di media sosial dan perpesanan.

      Terima Suap Rp390 Juta, Hakim Itong Dituntut 7 Tahun Penjara & Denda Rp300 Juta

      Hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, dituntut oleh jaksa KPK dengan hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus dugaan suap.

      Lawan Balik, Black Arion: Buka Segel Atau Tutup Semua Usaha di Tanah Kas Desa

      Pengelola Kafe Black Arion di Desa Gedongan, Colomadu, meminta Pemkab Karanganyar membuka segel yang menutup kafe mereka. Atau Pemkab juga diminta untuk menutup semua usaha di tanah kas desa.

      Syeikh Yusuf Al Qaradawi Meninggal di Usia 96 Tahun

      Cendekiawan Muslim berpengaruh di dunia Syeikh Yusuf Al Qaradawi meninggal dalam usia 96 tahun pada Senin (26/9/2022).

      Menang Lagi, Indonesia Kalahkan Curacao 2-1 di Stadion Pakansari

      Dendy Sulistyawan mencetak gol kemenangan Indonesia 2-1 atas Curacao di Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor.

      Ajari Anak Etika Bersin dan Batuk di Tengah Musim Pancaroba

      Anak perlu mengetahui sejumlah etika bersin dan batuk.

      Menang Sayembara Desain Monumen Reog Ponorogo, Tim dari Bali dapat Rp100 Juta

      Sayembara desain Monumen Reog Ponorogo dimenangkan oleh tim dari Bali dengan karyanya berjudul Taman Ragam Selaras.

      Kabar Baik, Pemkab Temanggung Gelar Rekrutmen 622 Guru PPPK

      Pemerintah Kabupaten Temanggung akan membuka penerimaan ASN PPPK untuk tenaga guru dalam waktu dekat ini.

      Tanggapi Akun Paulo Gomes Soal Persis Solo, Kaesang: Koe Iki Sapa?

      Kaesang Pangarep mengaku dirinya tidak mengenal Paulo Gomes.

      Potret Anak-Anak Lereng Merapi Boyolali Belajar Mengenal Motif Batik

      Kegiatan seni itu sekaligus menyambut Hari Batik Nasional

      Petani Era Society 5.0

      Salah satu yang mencolok adalah penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran komoditas pertanian dan pemanfaatan big data bagi kesejahteraan petani era kehidupan society 5.0.

      Arti Mimpi Pergi ke Suatu Tempat Tak Selalu Pertanda Buruk

      Ada sejumlah arti mimpi pergi ke suatu tempat, berikut ini ulasannya.

      Cerita Markas Hydrofarm, Usaha Pertanian Hidroponik yang Dirintis Anak Muda

      Berbekal ilmu dasar mengenai hidroponik di kampusnyadan ilmu praktik saat dirinya magang di sebuah kebun hidroponik di wilayah Palur, Karanganyar, alumnus UTP berhasil berkebun sayuran hidroponik.