Nasib Harimau & Macan Tutul Jawa Terancam Punah Akibat Pembangunan

Tahukah Anda bahwa harimau dan macan tutul jawa terancam punah akibat pembangunan yang masif di Pulau Jawa?

 Ilustrasi macan tutul jawa. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi macan tutul jawa. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Dua kucing besar yang termasuk satwa endemik Pulau Jawa, harimau jawa dan macan tutul jawa, terancam hilang akibat punah. Saat ini spesies harimau jawa (Panthera tigris sondaica) telah dinyatakan punah.

Sementara spesies macan tutul jawa (Panthera pardus melas), kini masih ada, namun populasinya juga terancam kepunahan. Kucing besar ini hanya bisa ditemukan di hutan tropis di Pulau Jawa.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, Senin (23/5/2022), macan tutul jawa hanya hidup di Pulau Jawa, Pulau Kangean, dan Pulau Nusa Kambangan. Hutan tropis di Pulau Jawa menjadi habitat utama spesies kucing besar ini.

Sebaran keberadaannya tercatat dari Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten hingga Taman Nasional Alas Purwo di Provinsi Jawa Timur. Sebagian besar hidup dalam kawasan-kawasan hutan konservasi seperti Taman Nasional dan Cagar Alam.

Celakanya, Pulau Jawa merupakan pulau yang penduduknya terpadat di Indonesia. Seiring semakin padatnya populasi penduduk di Pulau Jawa, maka hilangnya habitat merupakan ancaman nyata dan utama bagi kucing besar ini. Dari waktu ke waktu, luas kawasan hutan cenderung menurun.

Baca juga: Harimau Jawa Sudah Punah, Ini Habitat & Persebarannya

Macan Tutul Jawa Nyaris Punah

Sementara itu, penyusutan areal habitat ini jelas membawa konsekuensi pada munculnya ancaman penurunan populasi macan tutul jawa secara signifikan.

Kepunahan macan tutul di Pulau jawa tercatat terjadi di 17 lokasi. Pada 1978, International Union for Conservation of Nature (IUCN) memberikan status rentan pada hewan tersebut.

Pada 1988, statusnya naik menjadi terancam. Pada 1994, statusnya kembali naik menjadi intermediate. Kemudian pada 2008-sekarang, statusnya naik menjadi kritis alias terancam punah.

Laman eppid.perhutani.co.id menuliskan kondisi kritis keberlangsungan hidup macan tutul ini diduga kuat bukan hanya akibat tingkat perkawinan dan perkembangbiakan alami yang rendah, melainkan juga diduga karena semakin menyempitnya habitat yang menjadi alasan di balik ancaman kepunahannya.

Baca juga: Macan Tutul Gunung Muria Mati Misterius, Ini Dugaan BKSDA

Sampai saat ini tidak ada data pasti mengenai jumlah macan tutul atau leopard yang hidup liar di tanah Jawa ini. Sepanjang 2011-2013 lalu, tercatat sembilan pertemuan manusia dengan macan tutul Jawa.

Enam ekor di antaranya kini terpaksa hidup di penangkaran. Seekor mati terkena jeratan babi di Jawa Tengah. Sejumlah aturan hukum sebetulnya sudah dibuat guna melindungi satu dari sembilan keluarga macan tutul di dunia ini.

Mulai dari Surat Keputusan Menteri Pertanian No.421/Kpts/Um/8/1970, Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 hingga PP No.7 Tahun 1999, namun perlindungan tetap belum jadi perhatian penting pemerintah dan pihak terkait.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

+ PLUS Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

Kondisi global seperti Perang Rusia-Ukraina dan larangan ekspor gandum oleh India telah berdampak pada meningkatnya harga dan pasokan gandum lokal, yang dikhawatirkan berpengaruh pada produksi makanan olahan gandum, lalu bagaimana peluang budidaya di Indonesia?

Berita Terkini

Geger Dana di ACT, Manajemen Pangkas Gaji Pimpinan

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengaku telah memangkas besaran gaji serta operasional bagi para petingginya.

Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

Kondisi global seperti Perang Rusia-Ukraina dan larangan ekspor gandum oleh India telah berdampak pada meningkatnya harga dan pasokan gandum lokal, yang dikhawatirkan berpengaruh pada produksi makanan olahan gandum, lalu bagaimana peluang budidaya di Indonesia?

Pemprov DKI Evaluasi Kerja Sama dengan ACT, Bakal Diputus?

Pemprov DKI menggandeng ACT untuk beberapa program di antaranya gerakan membantu UMKM DKI.

Siapa Capres yang Diusung KIB di Pilpres 2024? Ini Jawaban Ketum Golkar

Airlangga Hartarto pernah menyampaikan KIB memprioritaskan kader anggotanya sendiri untuk bisa diusung dalam Pilpres 2024.

Airlangga: Penanganan Covid-19 RI Lebih Baik dari Negara Lain di Dunia

Dalam ratas juga disampaikan 7-day moving average kasus Covid-19 Indonesia yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa negara di dunia.

Bertemu Menko Airlangga, Ini Harapan Pembalap Mario Aji

Harapan terus mendapatkan dukungan pemerintah itu diungkapkan Mario Aji saat bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Hikmah Nostalgia Bersama Mahakarya Pembesar Sastra Indonesia

Nostalgia bersama mahakarya pembesar sastra Indonesia mengingatkan bahwa sastra bukan hanya tentang susunan kata dan kalimat berbunga-bunga.

Menilik Fasilitas Mewah Haji Furoda Tanpa Antre Berbiaya Rp300 Juta

Sejumlah fasilitas mewah ditawarkan kepada calon haji furoda tanpa antre dengan biaya mulai Rp225 juta hingga Rp300 juta.

Diduga Mutilasi Anak Kandung, Ayah Terancam Penjara 15 Tahun

Arharubi, 42, terancam hukuman 15 tahun karena diduga tega memutilasi anak kandungnya sendiri yang berusia 10 tahun.

Sejarah Hari Ini: 4 Juli 1776 Kemerdekaan Amerika Serikat

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 4 Juli.

Boyolali Jadi Daerah Wabah, Berapa Total Ternak Suspek PMK?

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Total ternak suspek PMK di Boyolali saat ini sekitar 4.642.

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Iduladha di Indonesia & Arab Saudi Berbeda, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Di bawah ini terdapat penjelasan ilmiah terkait perbedaan Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi menurut Kementerian Agama RI.

Mengembalikan Musik Metal ke Jantung Klenengan

Rencana konser grup band rock progresif Dream Theater dan rencana penyelenggaraan lagi Rock in Solo pada 2022 layak disebut ikhtiar mengembalikan musik metal ke jantung klenengan.

Kenapa Iduladha 2022 di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda?

Kira-kira kenapa Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi jatuh pada tanggal yang berbeda? Ini jawaban dan penjelasan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Ridwan Kamil dan Komunikasi Politik Menuju 2024

Pengelolaan citra atau image management yang dilakukan oleh Ridwan Kamil terlihat unik.