Nasib Digantung Seusai Libur Lebaran, Puluhan Buruh Geruduk Pabrik GSP Sragen

Sejumlah buruh PT Garuda Solo Perkasa atau GSP Sragen menggeruduk pabrik perusahaan itu karena sudah sejak Lebaran belum masuk kerja.

 Puluhan karyawan menggeruduk PT Garuda Solo Perkasa (GSP), pabrik tekstil yang berlokasi di Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, Senin (14/6/2021). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Puluhan karyawan menggeruduk PT Garuda Solo Perkasa (GSP), pabrik tekstil yang berlokasi di Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, Senin (14/6/2021). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Puluhan buruh CV Garuda Solo Perkasa atau GSP yang berlokasi di tepi jalan Solo-Sragen, Desa Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, menggeruduk kantor perusahaan tersebut, Senin (14/6/2021).

Mereka mempertanyakan kapan mereka bisa masuk bekerja lagi setelah diliburkan sejak sebelum Lebaran. Pantauan Solopos.com di lokasi, puluhan buruh itu mulai berkumpul di seberang jalan depan pabrik sejak pukul 12.00 WIB.

Tiga puluh menit kemudian, mereka menuju gerbang masuk pabrik tersebut. Petugas keamanan pabrik sudah mengantisipasi kedatangan puluhan buruh itu dengan menutup rapat gerbang masuk pabrik.

Baca Juga: Bupati Sragen Siapkan 4 Strategi Halau Covid-19 Varian India

Kedatangan para buruh itu tidak diterima oleh manajemen CV GSP Sragen. Petugas keamanan tidak mengizinkan mereka masuk pabrik. Akibatnya, sejumlah buruh yang kesal berusaha menggedor-gedor pintu gerbang dari besi itu. Mereka juga terlibat adu argumen dengan petugas keamanan yang berada di balik gerbang.

“Kami resmi diliburkan sejak 9 Mei atau sebelum Lebaran. Sampai sekarang, kami belum masuk kerja. Jadi, sudah lebih dari satu bulan kami libur. Kami datang kemari untuk minta kejelasan kapan kami bisa bekerja lagi,” ujar Katik, 41, salah satu karyawan CV GSP kepada Solopos.com di lokasi.

Baca Juga: Warga Kedawung Ditemukan Meninggal di Persawahan Karangmalang Sragen, Diduga Kepeleset

Kalik juga berharap hak buruh dibayarkan selama libur sesuai ketentuan perundang-undangan. Kondisi keuangan dari perusahaan tekstil itu belakangan memang kembang kempis. Hal itu terbukti dari tidak lancarnya perusahaan membayar tunjangan hari raya (THR) kepada lebih dari 100 karyawan.

THR Dicicil

Manajemen CV GSP Sragen hanya membayar 30% THR buruh mereka pada Lebaran lalu. Sisanya, 70% dijanjikan dicicil selama tujuh bulan. Dengan begitu, tiap bulan para karyawan akan mendapat cicilan THR sebesar 10% hingga Desember 2021.

“Cicilan pertama THR yang 10% sudah dibayar. Tapi, cicilan berikutnya kami tidak tahu. Itu sebabnya kami datang ke sini untuk meminta kejelasan,” papar Katik.

Baca Juga: Lubang Bekas Galian Proyek Masaran Sragen Picu Kecelakaan, 1 Keluarga Terperosok Hingga Luka-Luka

Ketua Serikat Pekerja CV  GSP Sragen, Giman, 53, mengatakan libur Lebaran resmi diumumkan perusahaan mulai 9-24 Mei. Setelah itu, perusahaan kembali memasang pengumuman yang menyebutkan masa libur diperpanjang hingga 2 Juni.

Pada saat itu, Giman masih berusaha memaklumi langkah manajemen yang memperpanjang masa libur karyawan. Namun, setelah itu tidak ada lagi pengumuman kapan karyawan bisa kembali bekerja. Justru terdapat pengumuman yang menyebutkan CV GSP sudah tidak beroperasi lagi per 10 Juni lalu.

Baca Juga: Dalam Sehari 146 Warga Sragen Terkonfirmasi Positif Covid-19, Empat Orang Meninggal

“Kami sebagai buruh hanya menuntut hak-hak kami sesuai aturan perusahaan. Mau ditutup atau tidak perusahaan itu, itu hak dari pemilik perusahaan. Tapi, kami menuntut hak kami selama diliburkan dan ketika pabrik tak lagi beroperasi,” ucap Giman.

Hingga berita ini diunggah, belum ada dari manajemen CV GSP Sragen yang bisa dimintai konfirmasi. Sejumlah petugas keamanan yang berjaga tidak mengizinkan siapa pun masuk ke dalam pabrik, tanpa terkecuali awak media.

Berita Terkait

Berita Terkini

Rasa Teh di Solo Ternikmat No Debat, Sepakat?

Teh ginastel di Kota Solo yang diracik dengan mengoplos berbagai merek merupakan sajian kuliner khas ternikmat, sepakat?

Melihat Bayangan Seperti Makhluk Gaib di CCTV, Warga Wonogiri Trauma

Kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) yang terpasang di rumah pengusaha properti di Wonogiri merekam bayangan hitam.

Sambil Nglarisi Bakul, Bupati Sukoharjo Sosialisasi Prokes

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memiliki cara tersendiri untuk menyosialisasikan protokol kesehatan kepada pedagang di pasar tradisional.

Jos! Vaksinasi Covid-19 di Desa Sidomulyo Boyolali Capai 75%

Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, antusias dalam mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal itu terbukti dengan capaian vaksinasi yang menembus angka 75%.

Kebakaran Pasar Janglot Sragen: 50 Kios Kobong, Rp4,1 Miliar Melayang

Nilai kerugian akibat kebakaran di Pasar Janglot Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/9/2021) diperkirakan mencapai Rp4,1 miliar.

Saingan Ketat CPNS Solo: SKD Tinggi, Diambil 3 Orang Per Formasi

Tes CPNS untuk pegawai Pemkot Solo kali ini memiliki daya saing yang sangat tinggi karena rata-rata peserta meraih nilai tinggi di atas passing grade.

Vaksinasi Covid-19 di Klaten Ditarget 70 Persen hingga Akhir Tahun

Pemkab Klaten mematok capaian vaksinasi Covid-19 di daerah setempat mampu menembus angka minimal 70 persen hingga akhir tahun 2021.

Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar, Puluhan Los Ludes

Kebakaran hebat terjadi di Pasar Janglot, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen, pada Sabtu (25/9/2021) pukul 23.20 WIB.

Asale Sendang Bendo Jadi Asal Mula Desa Bendo di Boyolali

Sendang Bendo bahkan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sementara disebut Sendang Bendo, karena di sekitar sendang itu berdiri pohon bendo yang umurnya sudah tua.

Gibran: Random Testing di Solo Lanjut, Klaster PTM Harus Diselidiki

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan random testing swab antigen di sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bakal terus dilakukan.

Terjaring Razia, 29 Motor Knalpot Brong Dibawa ke Satlantas Karanganyar

Sebanyak 29 kendaraan berknalpot brong ditertibkan oleh Satlantas Polres Karanganyar saat Operasi Patuh Candi 2021

Buat Penyuka Pedas, Berani Coba Botok Mercon Mbah Wiro?

WM Bothok Mercon Mbah Wiro di timur Jembatan Gawan perbatasan Tanon-Sidoharjo, Sragen, cukup populer di kalangan pecinta kuliner pedas.

Bimsalabim! Lahan Tidur Di Jangglengan Sukoharjo Disulap Jadi Produktif

Pemerintah Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter mengoptimalkan lahan tidur di sekitar rawa-rawa untuk ditanami holtikultura.

Vaksinasi Tuntas Desa di Karanganyar, 1.000 Warga Jadi Sasaran Di Tuban

Desa Tuban, Gondangrejo menjadi salah satu desa yang mengawali vaksinasi tuntas desa kerjasama Pemkab Karanganyar dan TNI AD.

Masuk Musim Hujan, Dropping Air Bersih di Klaten Kok Jalan Terus?

Penyaluran bantuan air bersih dari BPBD Klaten saat ini masih terus bergulir meski wilayah Kabupaten Bersinar mulai memasuki musim hujan.