Tutup Iklan

Nasib Buram Buruh Terancam PHK Massal dan Risiko Tertular Covid-19

Para buruh harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan demi memberi nafkah keluarganya namun ada juga risiko terpapar Covid-19 saat beraktivitas di luar.

 Ilustrasi PHK di tengah Covid-19 (Freepik).

SOLOPOS.COM - Ilustrasi PHK di tengah Covid-19 (Freepik).

Solopos.com, SUKOHARJO – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran atau massal membayangi para buruh di tengah badai pandemi Covid-19. Mereka juga diliputi kecemasan terpapar Covid-19 saat dituntut perusahaan untuk bekerja produktif di pabrik.

“Saya yakin perusahaan-perusahaan berskala kecil mengambil kebijakan PHK [pemutusan hubungan kerja]. Banyak teman-teman [pekerja] kontrak yang tak lagi diperpanjang masa kerjanya oleh perusahaan. Ini kondisi riil karena perusahaan tak kuat lagi menahan beban yang terlalu berat selama lebih 18 bulan,” kata pengurus Konferensi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Sukoharjo, Edi Sutarto, saat berbincang dengan Solopos.com di Sukoharjo, Kamis (5/8/2021).

Dia menjelaskan nasib para buruh kian merana lantaran mereka dihadapkan dengan situasi penuh ketidakpastian. Di satu sisi, para buruh harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan demi memberi nafkah keluarganya.

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Himpun Data Anak Yatim Akibat Covid-19

Namun, perusahaan tak kuat membayar upah buruh jika bekerja setiap hari. Banyak perusahaan yang menerapkan kerja secara bergilir untuk menekan biaya atau cost operasional.

Di sisi lainnya, para buruh diliputi kecemasan terpapar Covid-19 saat beraktivitas di luar. Jika mereka terinfeksi virus otomatis tak bisa bekerja dan tidak mendapat upah dari perusahaan.

“Situasi sekarang benar-benar serba sulit bagi para buruh. Kami dibayangi ancaman PHK massal dan Covid-19. Jika kondisi kasus Covid-19 tak kunjung melandai, pemerintah pasti bakal kembali memperpanjang PPKM Level 4 pada 9 Agustus,” ujar dia.

Baca juga: Dikebut, Cakupan Vaksinasi Covid-19 Sukoharjo Capai 20 Persen

Pernyataan senada diungkapkan Sekretaris Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo, Sigit Hastono. Dia menilai pemerintah belum bisa mengendalikan pandemi secara tuntas.

Tingginya Mobilitas dan Interaksi

Padahal, buruh merupakan kelompok masyarakat yang rentan terpapar Covid-19. Hal itu dipengaruhi tingginya mobilitas dan interaksi dengan orang lain setiap hari.

Sigit juga menyoroti rendahnya capaian program vaksinasi Covid-19 yang digulirkan pemerintah. Ketersediaan vaksin minim sementara masyarakat sangat antusias untuk disuntik vaksin.

Baca juga: Gedung MPP Sukoharjo Dibangun 3 Lantai untuk Layani Beragam Perizinan

“Solusi paling efektif adalah mempercepat program vaksinasi khususnya kelompok buruh atau pekerja. Belum semua buruh di Sukoharjo disuntik vaksin. Paling baru 10 persen-15 persen dari total jumlah pekerja,” ujar dia.

Situasi serba sulit ini diperparah dengan bantuan subsidi upah (BSU) bagi pekerja senilai Rp1 juta belum terealisasi hingga sekarang. Padahal, bantuan sosial tersebut sangat diharapkan para buruh untuk menopang kelangsungan hidup di tengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.


Berita Terkait

Berita Terkini

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

Pemancingan Tirto Mili di Desa Pasung, Wedi, Klaten, bakal ditingkatkan dengan membangun embung dilengkapi pulau buatan.

KSP Sejahtera Bersama Solo Bermasalah, Anggota Minta Atensi Pemerintah

Pemerintah diharapkan bisa hadir dan membantu memberikan solusi atas kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam seperti yang terjadi di KSP Sejahtera Bersama Solo.

Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap warga ikut membantu mengendalikan aktivitas pertambangan galian C.

Umur Kurang 1 Bulan, Perempuan Menangis Gagal Daftar Perdes Wonogiri 

Seorang perempuan warga Pokoh Kidul sampai menangis tidak bisa mendaftar perangkat desa sebab umurnya kurang satu bulan.

Pasar Legi Solo Segera Ditempati, Gibran: Aturannya bakal Lebih Ketat!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan membuat aturan baru yang lebih ketat di Pasar Legi untuk mencegah terulangnya kebakaran pada 2018 lalu.

Pakar Pengupahan UNS Solo: Penetapan UMK 2022 Untungkan Pengusaha

Pakar pengupahan yang juga akademisi UNS Solo menilai penetapan UMK 2022 yang berdasarkan PP No 36 lebih berpihak pada kalangan pengusaha ketimbang pekerja.

Ini Poin-Poin SE Wali Kota Solo Terkait Pengetatan Jelang Libur Nataru

SE Wali Kota Solo tentang PPKM yang terbit pada Selasa (30/11/2021) mengatur sejumlah pengetatan aktivitas masyarakat sebagai antisipasi libur Nataru.

Pelaku Begal Payudara di Klaten Ditangkap, Mengaku Beraksi 10 Kali

Pelaku berinisial F, 31, warga Kecamatan Klaten Tengah, ditangkap di rumahnya, Selasa (30/11/2021) pagi.

Keseruan Berebut Ayam dalam Tradisi Mondosio Pancot Tawangmangu

Pelepasan ayam menjadi ciri khas yang hanya ada dalam tradisi Mondosio yang digelar di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar.

PLN bakal Bangun Stasiun Pengisi Daya Kendaraan Listrik di Solo Baru

PLN menargetkan ekosistem kendaraan listrik di Soloraya terbentuk pada 2026, salah satu upayanya dengan membangun stasiun pengisi daya di Solo Baru, Sukoharjo.