Tutup Iklan

NARKOBA SOLO : Mahasiswa Ini Ditangkap Polisi Seusai Beli Sabu-Sabu

NARKOBA SOLO : Mahasiswa Ini Ditangkap Polisi Seusai Beli Sabu-Sabu

SOLOPOS.COM - Polsek Jebres menangkap dua orang karena kasus narkoba di wilayah Mojosongo, Jebres, Jumat (28/10/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Narkoba Solo, aparat Polsek Jebres menangkap dua orang yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Solopos.com, SOLO -- Seorang mahasiswa, Andri Hari Cahyono, 28, warga Kampung Kedung Tungkul RT 007/RW 007, Mojosongo, Jebres, ditangkap aparat Polsek Jebres setelah membeli narkoba.

Penangkapan itu terjadi Selasa (11/10/2016). Sebelumnya, polisi mendapat laporan dari warga yang resah karena di Kampug Kedung Tungkul marak pesta narkoba.

Polisi langsung menindaklanjuti laporan itu dengan memantau kawasan itu. “Kami menangkap pelaku [Andri] setelah membeli peket sabu sebesar 0,10 gram. Pelaku masih berstatus mahasiswa di Solo,” ujar Kapolsek Jebres, Kompol Edison Pandjaitan, saat ditemui wartawan di Mapolsek, Jumat (28/10/2016).

Edison mengatakan barang bukti yang disita dari Andri diantaranya satu ponsel dan sabu-sabu seberat 0,10 gram senilai Rp300.000. Menurut pengakuan Andri, sabu-sabu tersebut milik temannya Iwan atau Setiawan.

“Pelaku [Andri] membeli sabu-sabu itu dari seseorang pengedar bernama Setiawan. Kami langsung mengejar pelaku [Setiawan] dan berhasil menangkapnya di rumahnya Kelurahan Baturan, Colomadu, Karanganyar,” kata dia.

Dari tangan Setiawan, polisi menyita sabu-sabu seberat 0,24 gram senilai Rp600.000 yang dikemas plastik klip bening, timbangan digital, dan uang senilai Rp300.000. Sabu-sabu tersebut disimpan di dalam bungkus rokok.

Selain itu, polisi menemukan paket hemat sabu-sabu seberat hampir seperempat gram di dalam celana jeans Setiawan yang sedang dijemur. “Pelaku [Andri] rencananya menggelar pesta sabu-sabu di rumahnya sebelum akhirnya ditangkap polisi,” kata dia.

Edison mengatakan kedua pelaku dikenai Pasal 114 ayat (1), dan atau Pasal 112 ayat (1) dan, atau Pasal 127 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Sementara itu, Andri mengaku dipaksa temannya (Iwan) untuk membelikan paket sabu-sabu di wilayah Colomadu Karanganyar. Di rumahnya memang sering dijadikan tempat pesta sabu oleh teman-temannya.

“Saya ikut memakai sabu karena dipaksa teman-teman saat pesta sabu-sabu di rumah,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.

Fascino 125, Skutik Berfitur Hybrid dari Yamaha

Pabrikan sepeda motor Yamaha mengeluarkan sepeda motor skuter matik berfitur hybrid pada Fascino 125.

Ikut Rewangan Akikahan, 8 Keluarga di Purbayan Baki Sukoharjo Kena Covid-19

Delapan keluarga di satu perumahan di kawasan Purbayan, Baki, Sukoharjo, terpapar Covid-19 setelah ikut rewangan akikah.

Ketua GP Ansor Solo Dukung Gibran Tutup Lokasi Pendidikan Anak-Anak Pelaku Perusakan Makam

Ketua GP Ansor Solo, Arif Syarifuddin, menyayangkan aksi perusakan makam yang dilakukan oleh anak-anak seusia sekolah dasar.

Tepeng Steven and Coconut Treez Dimakamkan, Instagram Banjir Ucapan Duka

Sebelum dimakamkan, diketahui Tepeng Steven and Coconut Treez itu berjuang melawan corona.

Jangan Kecele! Tempat Wisata di Boyolali Tutup Sepekan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali kembali menutup semua tempat wisata di wilayah Boyolali selama sepekan mulai Selasa (22/6/2021).

Kelelahan Mendaki, Gadis 17 Tahun Asal Solo Digendong Turun Gunung Lawu

Gadis asal Kota Solo, B, 17, terpaksa digendong turun dari Gunung Lawu karena kelelahan saat mendaki bersama rombongannya.

Dari Hajatan Hingga Kerja Bakti, Ini Daftar Klaster Covid-19 yang Masih Aktif di Boyolali

Sejumlah klaster di Kabupaten Boyolali dengan kasus yang cukup besar masih aktif. Klaster itu bermula dari kegiatan warga seperti hajatan hingga kerja bakti.

5 Bangunan di Tepi Saluran Kedung Kancil Sragen Punya Sertifikat Hak Milik, Kok Bisa?

Lima bangunan yang berdiri di tepi saluran irigasi Kedung Kancil, Sragen, sudah mengantongi sertifikat hak milik (SHM).