SOLOPOS.COM - Seratusan pelajar dan mahasiswa mengikuti sosialisasi bahaya narkoba yang digelar BNN bekerja sama dengan Kemenkominfo dan Pemkot Solo di Monumen Pers Solo, Sabtu (30/8/2014). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO—Pelawak Srimulat yang juga mantan pengguna narkotika, Gogon, mengimbau kepada generasi muda agar menjauhi kurir-kurir dan bandar-bandar narkoba.

Langkah itu yang paling efektif untuk antisipasi jatuhnya korban penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya. Gogon juga meminta slogan yang dipakai Badan Narkotika Nasional (BNN) bukan lagi Jauhi Bahaya Narkoba, tetapi Jauhi Kurir-kurir dan Bandar-bandar Narkoba.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

(Baca Juga: Inilah Kampung Narkoba Solo, Ngeri Aktivitas di Kampung Narkoba Solo, Di Kampung Narkoba Suami Ketangkep Istri Lanjut Jadi Kurir)

Imbauan Gogon itu disampaikan saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatan forum bertajuk Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Monumen Pers Banjarsari, Solo, Sabtu (30/8/2014).

Kegiatan yang diikuti seratusan pelajar dan mahasiswa itu digelar BNN bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemekominfo) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Sosialisasi itu dikonsep dengan acara yang santai dan diselingi dengan hiburan dan lawakan komedian Solo dan Gogon sendiri.

Selain Gogon, forum itu juga dihadiri narasumber dari Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Argyo Demartoto, pejabat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dr Wahyu Indiyanto, dan pejabat BNN Brigjen Pol. Victor Pudjiadi.

“Saya yakin narkoba tidak bisa terberantas semua karena berkaitan dengan bisnis. Yang memberantas pun kadang kala terpengaruh dengan bisnis itu. Jadi, yang memberantas pun doyan. Yang nangkepin doyan, memang susah. Bisa diberantas, bukan narkobanya, tetapi calon-calon korban yang perlu dipikirkan. Jaringan narkoba itu dunia tidak bisa diberantas. Yang dihindari kurir-kurir narkoba, bandar-bandar narkoba. Kalau sekarang jauh dari narkobanya, tapi kurirnya bisa dekat,” ujar Gogon.

Jauhi Narkoba

Pemilik nama asli Margono ini meminta slogan Jauhi Narkoba itu diubah menjadi Jauhi Kurir dan Bandar Narkoba. Menurut dia, kalau sudah jadi pengguna akan sulit untuk sembuh dan cenderung mengeluarkan biaya banyak untuk sembuh.

Gogon memberi tips untuk keluar dari biaya narkoba tanpa biaya, yakni dengan niatan dan kesadaran dalam hati. Untuk antisipasi bahaya narkoba sejak dini, Gogon berpendapat para generasi muda itu harus tahu jenis-jenis narkoba.

“Setelah tahu nama-nama narkoba, begitu mereka mendengar sedikit saja langsung menghindar jauh-jauh. Kalau tidak tahu kan jadi penasaran, seperti saya dulu,” jelasnya.

Dia mengisahkan awal mula menjadi pengguna narkoba. Semula, Gogon hanya mencoba-coba narkoba karena informasinya enak.

“Satu jenis saya coba ternyata tidak enak. Terus berlanjut mencari narkoba yang enak. Semua jenis sudah dicoba ternyata tidak ada yang enak. Dari semua jenis narkoba, hanya putau yang belum karena risikonya mati. Saya sudah tidak mau lagi karena merasa tidak enak dan ternyata masih masuk penjara, jadinya jera sendiri,” urainya.

Salah satu peserta sosialisais dari SMK Marsudirini Solo, Bernadin Felicia Irawan, menilai acara sosialisasi anti narkoba itu menarik dan mudah diterima peserta.

Menurut Bernadin, teman-teman sebayanya di satu sekolah yang sama tidak ada yang menggunakan narkoba karena sosialisasi bahaya narkoba sering dilakukan di sekolahnya.

“Teman-teman itu kadang-kadang masih merokok saja. Kalau narkoba tidak. Kalau merokok masih sumbunyi-sembunyi juga dan dilakukan di luar sekolah. Minum minuman keras kadang-kadang masih ada,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya