Tutup Iklan

Narkoba Solo: 6 Orang Ditangkap, 2 Di Antaranya Anak Sekolahan

Dua remaja di bawah umur TRF, 16, dan KA, 15, ditangkap tim Reskrim Polsek Serengan, Solo, saat hendak bertransaksi narkoba di depan salah salah hotel di kawasan Singosaren, Sabtu (12/1/2019) pukul 05.00 WIB.

Narkoba Solo: 6 Orang Ditangkap, 2 Di Antaranya Anak Sekolahan

SOLOPOS.COM - Ilustrasi narkoba. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SOLO — Dua remaja di bawah umur TRF, 16, dan KA, 15, ditangkap tim Reskrim Polsek Serengan, Solo, saat hendak bertransaksi narkoba di depan salah salah hotel di kawasan Singosaren, Sabtu (12/1/2019) pukul 05.00 WIB.

Dari dua remaja itu, polisi kemudian menangkap empat orang lainnya secara berantai. Total ada enam orang yang ditangkap.

Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, mengatakan awalnya anggota Reskrim Polsek Serengan mendapat informasi akan ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Tim reskrim kemudian melakukan penyelidikan di sekitar lokasi yang dilaporkan dan melihat dua remaja laki-laki.

Ciri-ciri mereka sama dengan informasi yang didapatkan polisi. Gerak-gerik mereka juga mencurigakan.

“Tim langsung menangkap dan menggeledah. Tim menemukan satu paket sabu-sabu. Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Serengan untuk pemeriksaan lanjutan,” jelas Giyono kepada wartawan di Polsek Serengan, Jumat (18/1/2019).

Giyono mengatakan dua remaja itu adalah kurir. Dari keterangan mereka, sabu-sabu itu didapat dari SS, 27. SS kemudian ditangkap di rumahnya di Desa Karang Plumbon RT 002/RW 007 Kelurahan Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

“SS ditangkap setelah polisi menggeledah di rumahnya dan menemukan barang bukti satu pipet dari kaca, satu ponsel bermerek Asus warna hitam tanpa casing, satu korek gas warna merah, satu sedotan dengan ujung runcing, dan uang tunai Rp70.000,” jelas Giyono.

TRF mengaku baru pertama kali dimintai tolong mengantarkan sabu-sabu. Dia berkomunikasi dengan SS lewat media sosial Facebook.

“Baru kali pertama disuruh membelikan. Belum makai kok dan enggak ikut makai [hanya mengantarkan]. Awalnya mau dikasih upah. Mau mintanya berapa. Belum nyebut. Baru sekali ini ketangkep. Baru sekali beli,” ujar pelajar SMK di Sukoharjo ini kepada wartawan.

TRF mengajak temannya, KA, untuk membeli barang haram tersebut. TRF juga sadar barang haram tersebut dilarang untuk diperjualbelikan. “Yang nyuruh kenalan dari Facebook. Saya ngajak aja [KA],” ujar TRFA.

Sementara itu, dari SS, polisi mendapat informasi dia juga disuruh seseorang berinisial AM, 22. AM ditangkap di Desa Ngrantan RT 001/RW 001, Kelurahan Kedokan, Grogol, Sukoharjo.

“AM ditangkap di rumahnya bersama barang bukti satu plastik kecil berisi sabu-sabu, satu ponsel merek Sony Xperia warna silver dengan showcase merah bergaris putih, dan satu unit sepeda motor merek Honda Beat warna hitam beserta kunci kontak dan STNK [Surat Tanda Nomor Kendaraan],” tambah Giyono.

Kepada polisi, AM mengaku mendapat barang haram tersebut dari DAS, 19, yang ditangkap bersama rekannya, HWP, 22. Keduanya ditangkap di tempat indekos di Kampung Cinderejo, Kelurahan Mangkubumen, Banjarsari, Solo. HWP merupakan warga Kampung Begalon RT 003/ RW 003, Panularan, Laweyan.

“Barang buktinya dua plastik berisi sabu-sabu, satu ponsel bermerek Oppo, satu bong dan pipet, satu korek api, satu sedotan yang salah satunya diruncingkan, satu gunting warna hijau, satu timbangan digital warna silver,” ujar Giyono.

Giyono menambahkan pelaku diancam pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun. Denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 milyar. Kedua anak di bawah umur juga dikenai sanksi pidana itu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.