Tutup Iklan

NARKOBA KUDUS : Tim Gabungan Cari PCC, Apotek Disisir

NARKOBA KUDUS : Tim Gabungan Cari PCC, Apotek Disisir

SOLOPOS.COM - Polisi memeriksa obat-obatan saat razia obat berbahaya di apotek di Kudus, Jateng, Jumat (29/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Narkoba jenis paracetamol caffein carisoprodol (PCC) dicegah beredar di Kudus.

Solopos.com, KUDUS — Narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya (narkoba) jenis pil paracetamol caffein carisoprodol (PCC) dianggap polisi setempat masih menjadi teror bagi warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kaena itulah, Jumat (29/9/2017), tim gabungan aparat setempat menggelar inspeksi mendadak di beberapa apotek untuk memastikan tidak adanya peredaran obat berbahaya itu.

Tim yang terdiri atas aparat Satuan Narkoba Polres Kudus dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menggelar sidak di empat apotek di Kudus. "Dalam melakukan sidak, terdapat dua tim yang bergerak ke apotek yang memang menjadi sasaran," ungkap Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi didampingi Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan DKK Kudus Mustianik di sela-sela sidak di apotek, Jl. Jenderal Sudirman, Kudus, Jateng, Jumat.

Untuk sementara, kata dia, dua tim yang bergerak tidak menemukan adanya peredara obat PCC di Kudus. Ia mencatat, sejak sidak digelar pekan ini, sudah ada lima apotek yang dikunjungi. Sedangkan, Jumat, tim kembali melakukan kegiatan serupa dengan sasaran empat apotek. Hasilnya, kata dia, masih nihil adanya peredaran obat tersebut.

Menurut dia, sidak tersebut fokus pada PCC dan obat-obat yang berbahaya. Rencananya, lanjut dia, kegiatan serupa juga akan dilakukan terhadap toko obat di Kudus, guna memastikan bahwa di Kudus aman dari peredaran obat tersebut.

Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan DKK Kudus Mustianik didampingi stafnya Musdalifah menjelaskan, bahwa obat PCC selama ini memang tidak pernah dijumpai di Kudus. "Sebelumnya, memang ada obat sejenis dengan kandungan yang hampir sama dengan merek berbeda, namun ditarik dari peredaran karena tidak terdaftar," ujarnya.

Yulia Fransisca yang merupakan apoteker di Apotek Seneng Waras di Jl. Jenderal Sudirman, Kudus mengaku peredaran obat PCC memang belum pernah dijumpai. Dengan adanya sidak tersebut, dia mengaku senang karena diingatkan agar berhati-hati dalam menyalurkan obat untuk mengantisipasi pembelian obat tanpa resek dengan efek samping yang terlalu tinggi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Braak, Sepeda Motor Terjepit Seusai Tabrak Bus BST Dekat Flyover Purwosari Solo 

Kecelakaan lalu lintas antara Bus BST dan sebuah sepeda motor terjadi di Jl. Slamet Riyadi atau sisi timur Flyover Purwosari pada Minggu (13/6/2021)

Solo Uji Coba Angkutan Bus Listrik dan Bus Low Deck, Lewat Koridor Mana?

Bus listrik dan bus low deck segera diuji coba di jalanan Kota Solo, rencananya angkutan feeder juga akan diganti mobil bertenaga listrik.

Tradisi Memanggil Jin di Daerah Ini Jadi Atraksi Wisata

Tarian yang berisi tradisi memanggil jin ini telah menjadi bagian dari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.

Tanpa Lelah, Petugas Rutin Sterilisasi Asrama Haji Donohudan Boyolali

Sterilisasi kawasan Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, terus dilakukan untuk menekan potensi persebaran Covid-19.

Tahu Bakso, Kudapan Khas Ungaran yang Bikin Nagih

Selain dikenal dengan lumpia dan juga bandeng presto, Semarang juga memiliki jajanan khas, yaitu tahu bakso yang aslinya berasal dari Kota Ungaran.

Covid-19 India di Kudus, Gubernur Ganjar Minta Petugas Lebih Waspada

Petugas yang menangani pasien Covid-19 di  Kudus meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya persebaran Covid-19 varian India di sana.

2 Bulan Pelonggaran Kegiatan, Kasus Covid-19 di Wonogiri Tambah 1.200 Lebih

Selama dua bulan pelonggaran kegiatan warga di Kabupaten Wonogiri berlangsung, jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah lebih dari 1.200 orang.

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Menanamkan Pendidikan Karakter Anak

Pendidikan karakter yang dipahami secara parsial dan tidak tepat sasaran justru bersifat kontraproduktif bagi pembentukan karakter anak.

Pemerintah Dukung UMKM Banyumas dengan Dana Hibah

Pemerintah Kabupaten Banyumas menyalurkan dana pinjaman bergulir yang sudah merupakan program bantuan rutin kepada  pelaku UMKM.

Prabowo Sebut Belanja Alutsista Rp1,7 Kuadriliun Instruksi Jokowi

Menhan Prabowo Subianto menyebut Jokowi punya grand design pengadaan alutsista dengan perhitungan hingga 25 tahun untuk diwujudkan.

Sang Istri Ikut Panik, Begini Detik-Detik Christian Eriksen Kolaps di Lapangan

Pemain tengah Denmark Christian Eriksen sempat kolaps di tengah lapangan saat laga Denmark melawan Finlandia di Euro 2020.

Prabowo Buka Rahasia Mau Dipinang Jokowi Jadi Menhan

Prabowo Subianto akhirnya blak-blakan menyebut alasannya mau masuk ke Kabinet Jokowi karena ingin bekerja sama mengabdi kepentingan nasional.