Tutup Iklan

Narkoba Karanganyar: Kurir Tertangkap Bawa Sabu-Sabu Di Bungkus Salep Kulit

Hendrix Sumarna, 25, warga Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, ditangkap aparat Satuan Narkoba Polres Karanganyar karena diduga menjadi kurir sabu-sabu

Narkoba Karanganyar: Kurir Tertangkap Bawa Sabu-Sabu Di Bungkus Salep Kulit

SOLOPOS.COM - Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, (tengah), menunjukkan barang bukti sabu-sabu saat ungkap kasus di Aula Jananuraga Polres Karanganyar, Kamis (17/1/2019). (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Hendrix Sumarna, 25, warga Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, ditangkap aparat Satuan Narkoba Polres Karanganyar karena diduga menjadi kurir sabu-sabu.

Hendrix ditangkap saat hendak bertransaksi pada Kamis (10/1/2019) pukul 02.30 WIB di Jalan Raya Solo-Purwodadi tepatnya pertigaan Dukuh Jetak, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo. Polisi menyita 15,12 gram serbuk kristal diduga sabu-sabu dari tangan Hendrix.

Dia tidak berkutik saat anggota Satuan Narkoba menghentikan laju kendaraannya dan menggeledah seluruh tubuhnya. Polisi menemukan sebungkus salep Inerson dari saku jaket depan sebelah kiri.

Saat dibuka, ditemukan bungkusan plastik di dalam bungkus salep itu. Isi bungkusan plastik klip itu serbuk kristal diduga sabu-sabu. Plastik klip berisi sabu-sabu itu dibalut tisu dan masih dibalut menggunakan isolasi warna putih.

Setelah itu barulah paket itu dimasukkan ke dalam bungkus salep Inerson. Salep Inerson biasanya digunakan untuk mengatasi keluhan pada kulit, seperti alergi dan eksim.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, didampingi Wakapolres Karanganyar, Kompol Dyah Wuryaning Hapsari, dan Kasat Narkoba Polres Karanganyar AKP Muhamad Kariri, menyampaikan selain sabu-sabu 15,12 gram, polisi menyita handphone dan sepeda motor Yamaha Mio Soul berpelat AD 2013 CK dari Hendrix.

"Anggota kami dapat informasi satu pekan sebelum penangkapan. Ada informasi transaksi mencurigakan di sekitar jalan Solo-Purwodadi. Informasi ditindaklanjuti. Anggota menyelidiki dan mengobservasi. Kemudian pada Kamis [10/1/2019] pukul 02.30 WIB petugas melihat seseorang [Hendrix] mengendarai motor dan berhenti di utara jalan tol. Dia mengambil sesuatu di dekat tiang listrik lalu pergi," jelas Kapolres saat jumpa pers pengungkapan kasus di Aula Jananuraga Polres Karanganyar, Kamis (17/1/2019).

Anggota membuntuti Hendrix hingga pertigaan Dukuh Jetak, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, lalu mencegat laju sepeda motor Hendrix, menggeledah, dan menemukan bungkus obat Inerson.

"Setelah dibuka isinya bungkusan lagi. Di dalam bungkusan ada serbuk kristal diduga sabu-sabu," kata orang nomor satu di Mapolres Karanganyar.

Hendrix mengaku hanya bertugas sebagai pengantar atau kurir. Dia bertugas memindahkan obat terlarang itu dari satu tempat ke tempat lain. Hal itu dilakukan sesuai instruksi orang lain.

Hendrix dan orang lain itu berkomunikasi melalui handphone. Tetapi, Hendrix mengaku tidak mengetahui siapa orang yang memberikan perintah.

"Ngakunya baru November 2018 itu mulai jadi kurir. Saat ditangkap itu pengiriman kali ketiga. Hasil pemeriksaan urine, kurir ini negatif atau tidak memakai narkoba jenis sabu-sabu. Tetapi kami akan menyelidiki kasus itu lebih lanjut," ujar Kapolres.

Sementara itu, Hendrix mengaku mendapat upah Rp200.000-Rp300.000 setiap kali selesai melaksanakan tugas. Upah diberikan melalui transfer.

"Saya enggak tahu siapa yang pesan dan berapa pesanan. Saya hanya ditelepon disuruh ambil barang ke suatu tempat lalu diantar ke tempat lain. Begitu seterusnya. Kalau sudah rampung laporan nanti uang ditransfer. Uangnya untuk kebutuhan keluarga," tutur Hendrix saat ditanyai Kapolres.

Kapolres menyampaikan atas perbuatannya Hendrix dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU No.35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Selama kurun waktu ini belum ada penangkapan yang mencapai nilai ini [15,12 gram]. Ini orang Solo tetapi beroperasi di Karanganyar," ungkap Kapolres.

Berita Terkait

Berita Terkini

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.

Fascino 125, Skutik Berfitur Hybrid dari Yamaha

Pabrikan sepeda motor Yamaha mengeluarkan sepeda motor skuter matik berfitur hybrid pada Fascino 125.

Ikut Rewangan Akikahan, 8 Keluarga di Purbayan Baki Sukoharjo Kena Covid-19

Delapan keluarga di satu perumahan di kawasan Purbayan, Baki, Sukoharjo, terpapar Covid-19 setelah ikut rewangan akikah.

Ketua GP Ansor Solo Dukung Gibran Tutup Lokasi Pendidikan Anak-Anak Pelaku Perusakan Makam

Ketua GP Ansor Solo, Arif Syarifuddin, menyayangkan aksi perusakan makam yang dilakukan oleh anak-anak seusia sekolah dasar.

Tepeng Steven and Coconut Treez Dimakamkan, Instagram Banjir Ucapan Duka

Sebelum dimakamkan, diketahui Tepeng Steven and Coconut Treez itu berjuang melawan corona.

Jangan Kecele! Tempat Wisata di Boyolali Tutup Sepekan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali kembali menutup semua tempat wisata di wilayah Boyolali selama sepekan mulai Selasa (22/6/2021).

Kelelahan Mendaki, Gadis 17 Tahun Asal Solo Digendong Turun Gunung Lawu

Gadis asal Kota Solo, B, 17, terpaksa digendong turun dari Gunung Lawu karena kelelahan saat mendaki bersama rombongannya.

Dari Hajatan Hingga Kerja Bakti, Ini Daftar Klaster Covid-19 yang Masih Aktif di Boyolali

Sejumlah klaster di Kabupaten Boyolali dengan kasus yang cukup besar masih aktif. Klaster itu bermula dari kegiatan warga seperti hajatan hingga kerja bakti.

5 Bangunan di Tepi Saluran Kedung Kancil Sragen Punya Sertifikat Hak Milik, Kok Bisa?

Lima bangunan yang berdiri di tepi saluran irigasi Kedung Kancil, Sragen, sudah mengantongi sertifikat hak milik (SHM).