NARKOBA KARANGANYAR : 32,15 Gram Sabu-Sabu Dilarutkan Ke Dalam Air

NARKOBA KARANGANYAR : 32,15 Gram Sabu-Sabu Dilarutkan Ke Dalam Air

SOLOPOS.COM - Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko, (kanan), didampingi Kasat Narkoba Polres Karanganyar, AKP Suardi Jumaing, (kiri), memusnahkan barang bukti berupa 32,15 gram sabu-sabu dengan melarutkan ke dalam air, Senin (1/8/2016). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)

Narkoba Karanganyar, Polres Karanganyar memusnahkan barang bukti sabu-sabu.

Solopos.com, KARANGANYAR–Polres Karanganyar memusnahkan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba, yaitu sabu-sabu seberat 32,15 gram di halaman Mapolres Karanganyar, Senin (1/8/2016).  Sabu-sabu dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air.

“Pemusnahan dilakukan dengan melarutkan sabu-sabu ke dalam air. Sudah ada proses hukum jadi bisa dimusnahkan,” kata Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, saat melaksanakan jumpa pers di halaman Mapolres Karanganyar, Senin (1/8/2016).

Anggota Polres berhasil mengagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 32,15 gram atau senilai Rp40 juta. Polisi menangkap Supardi,39, warga Dukuh Sidorejo, RT 006/RW 002, Desa Munggur, Mojogedang. Supardi ditangkap di jalan kampung di Dusun Jetis, Desa Suruh, Tasikmadu, Sabtu (16/7/2016) sekitar pukul 15.30 WIB. Sopir truk itu ditangkap saat pulang atau melaju dari Beji, Karanganyar menuju Mojogedang melewati Desa Suruh.

Hasil penangkapan adalah 11 paket sabu-sabu disimpan dalam dua plastik berbeda. Plastik berwarna hitam berisi enam paket sabu-sabu. Masing-masing paket seberat 5,21 gram; 5,06 gram sebanyak dua paket; 5,04 gram; 5,24 gram; dan 5,03 gram. Plastik warna lorek berisi lima paket sabu-sabu, masing-masing paket 0,24 gram; 0,31 gram sebanyak dua paket; 0,44 gram; dan 0,21 gram.

Polres juga mengamankan barang bukti lainnya, yaitu handphone dan satu unit sepeda motor plat nomor AD 6264 OZ. “Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman paling sedikit lima tahun dan paling lama 20 tahun. Kami akan terus memburu sindikat peredaran sabu-sabu lainnya,” ujar dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Lagi, Megawati Singgung Presiden Jokowi soal Kementerian

Megawati mengingatkan Presiden Jokowi agar memegang komando kerja penanganan bencana.

Cakep! Jembatan Gantung Dungus Klaten Dicat Warna-Warni, Cocok untuk Spot Selfie

Jembatan gantung di Dukuh Dungus, Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, dicat warna-warni sejak tiga pekan terakhir.

Pakar ITB Sebut Pekalongan, Demak, & Semarang Bakal Tenggelam, Ini Penyebabnya Versi ESDM Jateng

ESDM Jateng membeberkan penyebab Semarang, Demak, dan Pekalongan, yang diprediksi tenggelam.

Hati-Hati, Risiko Kematian Akibat Covid-19 Bergeser dari Lansia ke Usia Produktif

Peningkatan kematian disebabkan mobilitas penduduk pada kelompok usia produktif yang cukup tinggi.

Ditantang Warga Positif Covid-19 Main Pingpong di GOR Gelarsena Klaten, Begini Jawaban Gubernur Ganjar

Gubenur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi tempat isolasi terpusat pasien corona di GOR Gelarsena Klaten pada Rabu (4/8/2021).

4.299 Pelamar CPNS dan PPPK di Boyolali Lolos Administrasi

Sebanyak 4.299 pelamar CPNS dan PPPK tahun anggaran 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali telah lolos tahap administrasi.

Dukung Operasional Satgas Covid-19, Baznas Klaten Serahkan Bantuan

Baznas menyerahkan perlengkapan pendukung operasional Satgas Covid-19 di Kabupaten Klaten dalaman menangani pandemi Covid-19.

Digugat Cerai Suami, Unggahan Tyas Mirasih di Instagram Jadi Sorotan

Kabar kurang baik datang dari rumah tangga Tyas Mirasih, dia dikabarkan digugat cerai oleh sang suami yang bernama Raden Soedjono.

Dicari Suaminya, Perempuan Asal Plupuh Sragen Ternyata Sudah Mengapung di Bengawan Solo

Seorang perempuan asal Plupuh, Sragen, ditemukan mengapung tak bernyawa di Sungai Bengawan Solo pada Rabu (4/8/2021)

Baliho Puan Bertebaran untuk Mengganjal Ganjar ke Pilpres, Benarkah?

Pemasangan baliho secara massif terkesan seperti menzalimi Ganjar Pranowo untuk maju juga di Pilpres 2024.

PPKM Level 4 Diperpanjang, Semarang Buka Akses 14 Ruas Jalan

Sebelumnya, ada 14 ruas jalan di Kota Semarang yang ditutup selama penerapan PPKM darurat, yang dilanjutkan dengan PPKM level 4.

Ada Puluhan Anak di Klaten Jadi Yatim Piatu Gegara Covid-19

Puluhan anak di Klaten menjadi yatim piatu karena orang tua mereka meninggal dunia gegara Covid-19. Begini langkah Pemkab Klaten.