Tutup Iklan

NARKOBA JATENG : 600.000 Warga Jateng Positif Gunakan Narkoba, Solo Terbanyak

NARKOBA JATENG : 600.000 Warga Jateng Positif Gunakan Narkoba, Solo Terbanyak

SOLOPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan penandatangan Deklarasi Gerakan Antinarkoba di halaman depan Gedung Kantor Pemprov Jateng, Semarang, Kamis (27/10/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Narkoba disalahgunakan 600.000 warga Jateng yang sebagian besar tinggal di Solo.

Solopos.com, SEMARANG — Peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya lainnya (narkoba) di Jawa Tengah (Jateng) terbilang cukup tinggi. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebutkan tingkat prevalensi penyalahgunan narkoba di Jateng saat ini mencapai 1,96% atau dengan kata lain sekitar 600.000 masyarakat di Jateng positif menggunakan narkoba.

Kondisi ini pulalah yang membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan  BNN Provinsi Jateng merasa prihatin. Menjelang perayaan Hari Sumpah Pemuda, kedua lembaga bergandengan erat dengan Pemerintah Provinsi Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat mendeklarasikan Gerakan Antinarkoba dalam sebuah upacara yang digelar di halaman depan Kantor Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Kamis (27/10/2016).

"Suatu daerah dinyatakan darurat narkoba itu tingkat prevalensinya mencapai 2%. Tapi dengan angka itu di Jateng [1,96%], saya rasa sudah cukup rawan. Maka dari itu saya rasa kita perlu lebih tanggap," ujar Ganjar kepada wartawan seusai upacara.

Ganjar Pranowo menambahkan dari 600.000 pengguna narkoba di Jateng itu paling banyak terdapat di Solo. Ironisnya di Solo hingga kini belum terbentuk instansi BNN. "Maka dari itu saya mendorong kepada kepala daerah di kabupaten atau kota yang belum ada BNNK [Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota] untuk segera membentuknya," imbuh Ganjar.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jateng, Brigjen Pol. Tri Agus Heruprasetyo membenarkan jika di antara 35 kabupaten dan kota di Jateng, Solo menjadi yang tertinggi dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba. Meski demikian, Tri Agus enggan menyebutkan berapa kasus penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di Solo selama tahun 2016 ini.

Ia hanya menyebutkan jika Solo saat ini memang belum memiliki instansi yang menjadi perwakilan BNN. Hal itu membuat pengawasan narkoba di kota yang menjadi tempat asal Presiden Joko Widodo itu kurang intensif. "Ada tujuh kabupaten/kota di Jateng yang belum memiliki BNNK. Solo salah satunya," tutur Tri Agus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.

15 Dokter Anak di Jateng Terpapar Covid-19

Sebanyak 15 dokter anak di Jateng terpapar Covid-19. Diduga tertular dari pasien anak yang positif Covid-19.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Targetkan 1 Juta Dosis per Hari

Kementerian Kesehatan mempercepat program vaksinasi Covid-19 dengan target 1 juta dosis per hari.

Jenderal TNI Gadungan Diringkus di Gemolong Sragen, Sempat Kabur Meloncat dari Jendela

Ada pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Jenderal di Dukuh Ngrendeng, RT 17, Desa Kaloran, Gemolong, Sragen.

Kementerian ATR/BPN Gandeng UKSW Dorong Reformasi Agraria di Papua

Rektor UKSW, Neil S. Rupidara, menyambut baik ajakan kolaborasi Wamen Surya Tjandra. UKSW sudah bekerja sama dengan berbagai pihak selama ini.

Keren! Penjual Cilok Ini Sukses Beli Properti dan Sawah

Berikut ini kisah sukses penjual cilok yang bisa membeli properti dan sawah.

Diminta Berdiri Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang Tiap Pagi, ASN Sragen: Tak Ganggu Pekerjaan Kok

Pemkab Sragen memerintahkan semua ASN untuk berdiri tegak dengan sikap sempurna saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan setiap hari, pukul 10.00 WIB.