NARKOBA DI LAPAS : 3 Napi Bisnis Sabu di Lapas Pakem

 Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menunjukkan barang bukti paket sabu yang disita dari napi Lapas Pakem, Selasa (9/6/2015). (Harian Jogja/Sunartono)

SOLOPOS.COM - Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menunjukkan barang bukti paket sabu yang disita dari napi Lapas Pakem, Selasa (9/6/2015). (Harian Jogja/Sunartono)

Narkoba di Lapas kembali ditemukan, Tiga orang narapidana terungkap berbisnis sabu-sabu di Lapas Pakem

Harianjogja.com, SLEMAN – Satuan Reserse Narkoba Polres Sleman dibantu Polsek Pakem menggerebek sejumlah blok yang dihuni warga binaan di Lapas Narkotika Pakem Sleman belum lama ini. Tiga orang warga binaan ditangkap karena keterlibatannya dalam edar gelap narkoba di lembaga tersebut.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Tiga warga binaan itu adalah Sardiono, 34, warga Dusun Sidoarum, Banyuraden, Gamping, Sleman serta Zaenudin, 45, warga Condongcatur, Depok, Sleman dan Edi, 60, warga Rogojampi, Banyuwangi. Ketiganya terlibat edar gelap narkoba di dalam Lapas Pakem dengan jaringan yang berbeda.

Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menjelaskan ketiga tersangka diamankan dari Lapas berkat laporan sipir Lapas yang mencurigai gelagat narapidana tersebut. Napi bernama Edi berpura-pura melaporkan kepada sipir terkait temuan satu paket ganja saat membersihkan salah satu gudang di dalam Lapas.

Rupaya laporan itu hanya untuk mengalihkan perhatian petugas Lapas. Setelah diperiksa sipir, dari dalam saku Edi justru ditemukan dua paket sabu berat 8,06 gram dan 7,75 gram.

Barang itu rencananya akan diedarkan kepada napi lain. Di dalam Lapas Edi tinggal di blok Dahlia-01. “Setelah melapor ke kami, lalu melakukan penindakan dengan mendatangi Lapas,” terang Kapolres, Selasa (9/6/2015).

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      BRI Menanam Proyeksikan Kontribusi Penurunan Emisi Karbon Hingga 23% di 2025

      BRI Menanam merupakan inisiatif BRI dengan memberikan bibit pohon produktif atau tanaman buah kepada nasabah yang melakukan pencairan kredit.

      Pendataan Calon Penerima Bantuan Sapu Jagat di Karanganyar Belum Juga Klir

      Pendataan calon penerima bantuan sapu jagat di Karanganyar belum juga klir. Dinsos Karanganyar mengembalikan data calon penerima ke Disdagnakerkop UKM karena tak lengkap.

      Merasa Sudah Paham, FPDIP DPRD Solo Tak Berikan Pandangan Umum atas APBD 2023

      FPDIP DPRD Solo tidak memberikan pandangan umum terhadap APBD 2023 padahal fraksi-fraksi lain memberikan pandangan mereka.

      Anies Jadi Capres, 2 Petinggi Nasdem Semarang Mundur

      Keputusan Nasdem yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024 tidak disambut positif sejumlah kader di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

      Penggugat Jokowi terkait Dugaan Ijazah Palsu Pernah Dihukum Tiga Tahun

      Sosok Bambang menjadi pembicaraan setelah menulis buku Jokowi Undercover yang terbit pada 2016 silam.

      Berulang Tahun, Icuk: Yang Penting Merah Putih Berkibar di Kancah Internasional

      Icuk Sugiarto adalah legenda bulu tangkis Indonesia yang pernah meraih berbagai gelar bergengsi nomor tunggal putra.

      Masuk Musim Penghujan, Sragen Waspada Angin Kencang Hingga Longsor

      BPBC Sragen mengimbau warga untuk waspada munculnya bencana seiringan dengan peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

      Gulat Pathol, Permainan Tradisional Khas Rembang yang Masih Lestari

      Gulat Pathol merupakan permainan gulat tradisional khas masyarakat Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng).

      Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan: Polisi Sebut 125 Orang, Aremania Bilang Lebih

      Data dari suporter Arema FC menyebut jumlah korban meninggal lebih dari 125 orang.

      Polisi Gagalkan Peredaran 49.143 Butir Pil Ekstasi dari Malaysia

      Polresta Barelang menggagalkan peredaran 49.143 butir pil ekstasi dari Malaysia dan menangkap seorang tersangka AT, 47, di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Tak Ada Mataram is Red atau Blue di Sepak Bola, Adanya Mataram is Love

      Tak ada Mataram is Red dan Mataram is Blue, adanya Mataram is Love.

      4 Siswa Terluka Gara-Gara Atap Kelas SDN 1 Bunisari Garut Ambruk

      Sebanyak empat siswa menjadi korban atap salah satu ruang kelas ambruk di SDN 1 Bunisari, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

      Eks Camat & Eks Kades di Wonogiri Tersandung Kasus Pungli, Begini Reaksi Jekek

      Kasus dugaan pungutan liar (pungli) Program Nasional Agraria (Prona) 2016 yang menjerat eks Camat Giriwoyo, SM, dan eks Kepala Desa Sendangagung, SK, mendapat perhatian dari Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

      Ibu di Sragen Bunuh Anak Kandung Dijerat Pasal Ini, Bisa Uzur di Penjara

      Polres Sragen menilai pembunuhan yang dilakukan Suwarni terhadap anaknya, Supriyanto, bukan terencana meski sudah ada niat.

      Mataram is Love untuk Misi Damai Suporter hingga Ramuan Pasak Bumi

      Kabar perdamaian suporter Solo dan Jogja terus berembus dan menggema menyusul tragedi kemanusian yang terjadi di Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022). Setelah salah satu Bos Persis Solo, Kaesang Pangarep, mengunggah tulisan Mataram Is Love, hastag itu semakin ramai diangkat.