Ilustrasi mengaji. (Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG — Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IA Semarang atau yang populer disebut LP Kedungpane mengikuti program pesantren kilat selama bulan Ramadan 1440 H.

Kepala Bidang Pembinaan LP Kedungpane, Akhmad Herriansyah, mengatakan para narapidana itu mengikuti pesantren kilat di aula Masjid At-Taubah, kompleks LP Kedungapane, setiap harinya. Para napi yang mengikuti pesantren kilat itu diberikan seperangkat baju muslim, sarung, serta songkok.

"Terutama buat warga binaan yang beragama Islam, kita harapkan kegiatan ini mampu menjadi media penguatan karakter bangsa yang notabene memiliki  beragam budaya dan agama, sehingga sikap toleransi bisa ditingkatkan lagi dan bisa juga memperkuat iman dan ketaqwaan mereka selama ikut berpartisipasi," kata Akhmad dalam keterangan resmi.

Menurut Akhmad pesantren kilat tahun ini diikuti oleh 100 narapidana. Mereka dipilih sesuai tingkat kestabilan emosinya serta kepribadiannya yang telah menunjukan perubahan yang signifikan.

Selama dua pekan ke depan, para napi akan dibekali pemahaman ilmu tauhid, fikih, dakwah, diskusi, motivasi, dzikir, taklim, dan membaca Alquran. "Agar dalam adab sehari-hari, bisa meningkatkan akhlakul karimah, menguatkan pengendalian diri dan kemandirian," paparnya.

Selain itu, dengan pesantren kilat itu napi diharapkan memiliki sikap rendah hati, tidak sombong, maupun dijauhi dari sifat iri dan dengki. "Harapan kita biar mereka dapat diterima kembali dengan mudah oleh masyarakat," terangnya.

Salah seoarang napi, Maskur, mengaku kegiatan pesantren kilat bisa membuatnya lebih khusyuk dalam menjalani puasa di dalam penjara. "Saya ingin dapat banyak ilmu salah satunya dengan mengikuti pesantren kilat,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten