Kategori: Bola

Napak Tilas di Balai Persis Solo, PSSI Terus Upayakan Soeratin Menjadi Pahlawan Nasional


Solopos.com/Chrisna Chaniscara

Solopos.com, SOLO—PSSI belum menyerah untuk memperjuangkan Soeratin Sosrosugondo sebagai Pahlawan Nasional.

Pendiri sekaligus Ketua Umum pertama PSSI tersebut dinilai berjasa besar dalam memajukan olahraga Nasional, khususnya sepak bola. PSSI bakal berkomunikasi dengan pihak terkait agar gelar Pahlawan Nasional segera disandang Soeratin.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat memeringati Hari Jadi ke-91 PSSI di Balai Persis Solo, Senin (19/4/2021) sore.

Baca Juga: Lolos Ke Final Piala Menpora, Persib Siapkan Diri Bertemu Persija

Iriawan menegaskan Soeratin berkontribusi besar mengembangkan persepakbolaan di Tanah Air. Tak hanya itu, Soeratin dinilai sukses mendorong sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa di era pergerakan menuju kemerdekaan.

“PSSI tentu ingin seperti itu [Soeratin menjadi pahlawan Nasional], tapi ada beberapa parameter yang perlu dikomunikasikan dengan pihak terkait,” ujar Iriawan.

Sejauh ini PSSI telah memberikan penghargaan untuk mengenang jasa Soeratin, salah satunya dengan mengabadikan nama insinyur jebola Jerman itu menjadi salah satu turnamen sepak bola di Indonesia.

Baca Juga: Persis Solo Latihan Lagi, Rijal Torres & Iman Budi Belum Terlihat

Kenang-Kenangan

Pemilihan Solo sebagai peringatan HUT PSSI tahun ini juga tak lepas dari napak tilas sosok Soeratin. Diketahui, Balai Persis memiliki patung Soeratin yang telah menjadi benda cagar budaya di Solo.

Monumen itu diresmikan saat peringatan HUT ke-30 PSSI pada 19 April 1960. Pendirian patung tersebut juga sekaligus mengenang Soeratin yang berpulang pada 1 Desember 1959.

“Kota Solo ini bukan main-main untuk sepak bola. Solo menjadi cikal bakal PSSI. Persis Solo sendiri menjadi salah satu klub pendiri federasi ini,” Iwan Bule, sapaan akrab Iriawan.

Baca Juga: Resmi Jadi Striker Anyar Persis, Rijal Torres Setia Pakai Nomor 23

Selain napak tilas di Balai Persis, PSSI memberikan kenang-kenangan dan tali asih pada keluarga mantan penggawa Timnas era 1950-an asal Solo, Darmadi dan Sarjiman.

Penghargaan pada Darmadi diterima putranya, Ikun Darmadi, sedangkan penghargaan Sarjiman diterima sang putri, Maria Wiwik Saryatmi. PSSI juga memberikan penghargaan pada wasit kawakan asal Solo, Bambang Slametto, yang baru saja berpulang.

Penghargaan diterima putra Bambang, Badrus. “Mewakili keluarga, saya sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan PSSI,” ujar Ikun Darmadi.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati