Nama Sekda Sragen Dicatut Penipu, Pelaku Minta Cashback Dana Bansos

Nama Sekda Sragen, Tatag Prabowo, dicatut penipu yang meminta cashback dana bansos Covid-19.

 Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto saat berbicara dalam Muskab V Korpri Sragen, Jumat (9/4/2021). (Espos/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto saat berbicara dalam Muskab V Korpri Sragen, Jumat (9/4/2021). (Espos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Baru-baru ini, sejumlah warga Sragen menjadi target sasaran penipuan oleh orang yang mengaku-ngaku sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (23/7/2021), modus operandi yang dilakukan penipu ialah dengan mengirim pesan kepada calon korbannya melalui Whatsapp (WA). Penipu itu sengaja menyasar pengurus lembaga atau organisasi tertentu yang berlokasi di Kabupaten Sragen. Dalam pesan itu, penipu mengaku-ngaku sebagai Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Melalui pesan itu, penipu memberi kabar bila Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, telah mengirimkan bantuan sosial berupa sejumlah uang kepada lembaga atau organisasi yang diampu korban.

Baca juga: Akhirnya Kades Jenar Terima Vaksin Covid-19, Disuntik Langsung Bupati Sragen

Untuk meyakinkan korban, penipu itu mengirimkan bukti transaksi abal-abal atau palsu. Selanjutnya, penipu itu memberi tahu bila sebagian uang itu merupakan hak dari lembaga atau organisasi lain. Atas dasar itu, penipu meminta sebagian uang itu ditransfer ke rekening lembaga atau organisasi lain yang disebutkan dalam pesan.

“Sudah ada dua orang calon korban. Satu dari Nglorog, satu dari Sumberlawang. Penipu itu pakai DP [display picture] saya. Dia bilang kalau Bupati telah mentransfer uang Rp19 juta. Tapi yang Rp5 juta suruh ditransfer [balik]. Padahal tidak ada uang masuk ke rekening, sehingga yang bersangkutan konfirmasi ke saya. Nomor teleponnya jelas berbeda dengan nomor saya. Nomor yang dipakai untuk menipu itu 081230189928,” terang Tatag Prabawanto kepada Solopos.com.

Baca juga: Amplop Bansos Bertuliskan Nama Istri Bupati Karanganyar Sempat Bikin PKL Bingung

Tatag menjelaskan Pemkab Sragen tidak pernah menyalurkan bantuan sosial secara serampangan. Penyaluran bantuan sosial, kata dia, biasa direncanakan melalui mekanisme pembahasan APBD di tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, penyaluran bansos tidak mungkin disampaikan secara mendadak, apalagi diberitahukan melalui pesan WA.

“Sudah ada Perbupnya. Penyaluran bantuan sosial harus sesuai prosedur melalui pembahasan APBD. Hati-hati dengan penipuan. Saya atau Bupati tidak pernah transfer bantuan lewat bank seperti itu,” jelas Tatag.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

Ella Skin Care Menginspirasi melalui 1.000 Serum

Ella Skin Care dengan produknya Matcha Sebo Control Serum mengatasi masalah jerawat yanpa efek samping.

Tak Hanya White Tiger, Monstera Variegata Marble Juga Jadi Primadona, Harganya Rp3 Juta per Daun

Petani dan pedagang tanaman hias di lereng Gunung Lawu ini menyebut bukan hanya Monstera White Tiger yang sedang hits. Dia menyebut Monstera Variegata Marble juga menjadi primadona.

Tak Cuma Dapat Bantuan Uang Buat Ngontrak, Sekeluarga Tidur di Wedangan Kartasura Juga Dapat Motor

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, mendapat bantuan senilai Rp32.650.000. Bantuan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk motor, uang kontrakan, dan sebagainya.

Dapat Donasi Rp32 Juta, Sekeluarga yang Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Bakal Ngontrak

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, bakal dicarikan kontrakan setelah mendapat bantuan senmilai Rp32.650.000.

Wonogiri Kembali Masuk Zona Kuning Covid-19, Bupati Jekek: Ini Luar Biasa

Selama pandemi berlangsung, Wonogiri pernah masuk dalam zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Kronologi Penemuan Kerangka Manusia dan Tengkorak di Sambungmacan Sragen

Temuan kerangka manusia itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan Eko yang memiliki tinggi 168 dan berat badan 70 kg.

Bupati Pastikan Pelajar SMP Wonogiri Mulai Divaksin Covid-19 Pekan Depan

Jumlah pelajar SMP di Wonogiri, baik negeri maupun swasta, yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 berjumlah sekitar 80.000 lebih.

Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan, Warga Sragen Ternyata Sudah Hilang 2 Bulan

Kerangka manusia itu ditemukan secara tidak sengaja oleh warga pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Donasi untuk Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Terkumpul Rp32,6 Juta Sehari

Melalui kisah yang dibagikan kali pertama oleh Yayasan Kita Peduli di media sosial dan menjadi viral ini terhimpun donasi senilai Rp32.650.000.

Warga Sragen Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan, Tengkoraknya Hanyut 200 Meter

Selokan tak jauh dari lapangan voli di tanah kas desa itu sebelumnya memang jarang dijamah warga.

Objek Wisata di Karanganyar Masih Tutup, Pemkab Turunkan Lagi Target PAD

Target PAD wisata Karanganyar tahun ini relatif jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 miliar per tahun.

Vaksinasi Buruh Wonogiri Capai 85%, Sejumlah Perusahaan Masih Antre Vaksin

Vaksinasi kepada buruh belum sepenuhnya selesai karena ada beberapa perusahaan yang belum menggelar vaksinasi.

5 Jabatan Kepala OPD Pemkot Solo Masih Kosong, Kapan Pengisiannya?

Pematangan SOTK baru sedang diproses oleh Bagian Organisasi bersama legislatif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

2 Pemuda Karanganyar yang Ditangkap BNNP DIY Ternyata Edarkan Sabu-Sabu Pasokan Napi Lapas Sragen

Dua pemuda Karanganyar yang menjadi kurir sabu-sabu memperoleh barang haram tersebut dari bandar yang merupakan napi Lapas Sragen.

Ini Alasan Sekeluarga Tidur di Warung Wedangan Kartasura Tolak Tawaran Tinggal di Rusunawa

Bupati Sukoharjo melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kepada satu keluarga pasutri pedagang kaki lima (PKL) wedangan di depan SMP Negeri 3 Kartasura ini.