Tutup Iklan

Nama Kapolsek Tawangsari Sukoharjo Dicatut Tawarkan Motor Lelangan

Aksi penipuan terbaru terjadi di Sukoharjo dengan mencatut nama Kapolsek Tawangsari.

 Foto hasil screenshoot pelaku yang menggunakan nama dan foto profil Kapolsek Tawangsari untuk menipu para korban. (Istimewa/Kapolsek Tawangsari)

SOLOPOS.COM - Foto hasil screenshoot pelaku yang menggunakan nama dan foto profil Kapolsek Tawangsari untuk menipu para korban. (Istimewa/Kapolsek Tawangsari)

Solopos.com, SUKOHARJO — Aksi penipuan dengan mencatut nama Kapolsek terjadi di wilayah Sukoharjo. Kali ini aksi penipuan tersebut menimpa Kapolsek Tawangsari AKP Tri Jalu Wahyudi.

Modus pelaku menggunakan nama dan foto profil Kapolsek Tawangsari ini sebagai kontak whatsapp (wa) untuk menipu para korban. Pelaku lantas mengirimkan pesan melalui wa kepada rekan-rekan Kapolsek Tawangsari dengan menawarkan motor lelangan seharga Rp5 hingga Rp6 juta. Beruntung tak ada satupun korban yang meladeni pesan WA tersebut.

“Teman-teman langsung kontak saya dan menanyakan tawaran itu benar atau tidak. Saya sampaikan tidak benar,” ungkap Kapolsek kepada Solopos.com, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: 13 Ruas Jalan Sukoharjo Masih Ditutup hingga 9 Agustus, Mana Saja?

Kapolsek menuturkan jika pelaku meretas nomor-nomor yang ada di kontak wa miliknya. Kemudian pelaku menggunakan nama dan foto profil miliknya dengan nomor berbeda untuk mengelabui para korban. Pelaku mengirimkan satu per satu pesan wa ke beberapa kontak tersebut.

“Beberapa teman ada yang mencoba menghubungi nomor itu. Ada sebagian yang video call dan ternyata bukan saya,” tuturnya.

Aksi penipuan dengan menggunakan nama dan foto profil ini merupakan modus lama yang memang kerap digunakan pelaku untuk menipu para korbannya. Tak sedikit pula masyarakat hingga kalangan pejabat yang menjadi korban.

Baca juga: Pengumuman! PPKM Level 4 di Klaten Berlanjut hingga 9 Agustus 2021

Kapolsek Tawangsari sendiri mengimbau agar masyarakat mewaspadai aksi penipuan dengan modus mencatut nama seseorang. Apalagi sampai menjadi korban dan mengirimkan sejumlah uang ke rekening pelaku. Kapolsek meminta masyarakat mengkonfirmasikan terlebih dulu sebelum mentransfer sejumlah uang.

“Kalau bisa cek dulu dengan telepon ke nomor itu. Kalau perlu di video call sehingga tahu apakah kenal atau tidak. Jadi tidak asal percaya,” pintanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Anggota DPR: Kurang Anggaran Bikin Digitalisasi Buku Solo Tak Maksimal

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menyebut digitalisasi buku di perpustakaan Solo tidak maksimal karena kurang anggaran.

BST Kemensos Disetop? Kadinsos Wonogiri: Tunggu Surat Resmi Saja!

Dinas Sosial Wonogiri masih menunggu surat keputusan resmi dari Kemensos terkait informasi mengenai penghentian BST dampak pandemi Covid-19.

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Belasan lampu PJU bertenaga surya kini menerangi jalan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, bantuan dari Kementerian ESDM.

Pertandingan Pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Dijaga 350 Polisi

Pertandingan pembuka kejuaraan sepak bola Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Minggu sore, dijaga ratusan aparat kepolisian.

Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

Innalillahi, Warga Solo Meninggal Mendadak Saat Piknik di Karangpandan

Warga Sangkrah, Solo, meninggal dunia secara mendadak saat hendak makan sambil menikmati pemandangan di Karangpandan, Karanganyar.

Polisi Ungkap Cara Pengedaran Upal Boyolali, Dijual hingga Modus Klenik

Pengedaran upal oleh komplotan yang tertangkap di Mojosongo, Boyolali, dilakukan dengan beberapa cara salah satunya modus klenik.

Penganut Hindu Klaten Minta Bangunan Tol Solo-Jogja Tak Tutupi Yoni

Penganut Hindu di Klaten meminta agar bangunan tol Solo-Jogja tak berada tempat di atas atau menutup yoni di tengah sawah Keprabon.

4 Jam Api Membara, Puluhan Los-Kios Pasar Janglot Sragen Jadi Arang

Kebakaran yang berlangsung selama empat jam menghanguskan puluhan los dan kios di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Sragen.

Ada DPC PDIP di Jateng Dukung Ganjar, Ini Komentar Wawali Solo

Wawali Solo Teguh Prakoso yang juga Sekretaris DPC PDIP Solo menanggapi ihwal dukung mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.