Warga menunjukkan beras hasil pengolahan BUM Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, yang bermerek Beras Barepan, Jumat (8/3/2019).(Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Penggilingan beras menjadi salah satu unit usaha yang dikembangkan pemerintah Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, melalui Badan Usaha Milik (BUM) desa. Dari hasil usaha tersebut, BUM desa setempat mulai memasarkan beras dengan brand Beras Barepan.

Pengembangan usaha penggilingan beras itu diawali pada 2017 lalu. Saat itu, Irmawan Andriyanto belum lama dilantik menjadi Kepala Desa (Kades) Barepan. “Ada mesin selepan yang rusak dan tidak terpakai lagi. Saat itu, kami belum berani menganggarkan dari keuangan desa. Akhirnya saya menggunakan uang pribadi untuk pembenahan alat dan akhirnya bisa berjalan,” jelas Irmawan Andriyanto saat ditemui Solopos.com di kantor desa itu, Jumat (8/3/2019).

Peralatan penggilingan padi yang sebelumnya mangkrak akhirnya bisa beroperasi, memanfaatkan bekas gedung sekolah yang tak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Usaha penggilingan padi berjalan melayani penggilingan beras dari masyarakat sekitar yang dikelola BUM desa. Pendapatan yang diperoleh awalnya untuk menutup modal yang sebelumnya sudah ditanam serta biaya operasional.

“Dari Januari-Oktober 2018 itu bisa melunasi modal untuk pembenahan. Setelah itu hasilnya sebagian besar untuk menutup biaya operasional serta perbaikan sarana prasarana. Baru sebagian kecil yang masuk PAD [pendapatan asli desa],” urai dia.

Usaha penggilingan beras tersebut hingga kini terus berjalan. Tak hanya melayani penggilingan beras milik masyarakat, BUM desa mulai mengembangkan beras dalam kemasan 5 kg bermerek Beras Barepan. Kualitas beras diperbaiki dengan memilah beras terbaik dari hasil penggilingan.

“Keinginan kami memiliki brand sendiri. Sekarang kan secara nasional brand beras yang terkenal itu Beras Delanggu,” kata Irmawan.

Beras hasil produksi BUM desa tersebut laku dipasaran. Permintaan berdatangan hingga BUM desa kewalahan melayani permintaan lantaran hanya terdapat satu mesin penggilingan.

Irmawan mengatakan Jenis beras yang dijual yakni IR64. Beras bermerek Beras Barepan tersebut dijual seharga Rp47.000/kemasan.

”Beras berasal dari padi yang ditanam petani di Barepan. Sekarang pemasaran sudah ada kerja sama dengan PKH Gunungkidul serta PKH Pacitan. Sebenarnya permintaan banyak termasuk dari perusahaan pengecoran logam di Ceper. Namun, kami belum sanggup memenuhi semua permintaan karena terkendala pada mesin serta modal,” kata dia.

Irmawan menuturkan mulai 2019, pemerintah desa mulai mengalokasikan anggaran untuk pengembangan BUM desa yang kini mengelola unit usaha penggilingan beras. Dana yang dialokasikan sekitar Rp40 juta salah satunya untuk publikasi.

Di sisi lain, Irmawan berharap Barepan bisa menjadi pusat perekonomian masyarakat. Lapangan desa setempat yang berada di tepi jalan raya Cawas-Jentir bakal dibangun menjadi alun-alun. Kawasan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan warga terutama warga Barepan yang sebagian bekerja sebagai pedagang keliling. Pembangunan alun-alun itu menggunakan alokasi anggaran dari APBD.

“Total anggaran yang dibutuhkan Rp1,6 miliar. Pembangunan dilakukan dalam dua tahap 2019 dan 2020. Tahun ini dianggarkan dari Pemkab Rp690 juta. DED sudah siap,” kata dia.

Guna mendukung pembangunan alun-alun, pemerintah desa setempat juga mengalokasikan anggaran untuk pendirian joglo. Pada 2019, dana sekitar Rp200 juta dari keuangan desa disiapkan untuk mendirikan bangunan tersebut.

“Kami berencana menyisipi joglo. Tahun ini dianggarkan Rp200 juta. Untuk 2020 rencananya digunakan finishing yang diperkirakan butuh anggaran Rp200 juta,” urai dia.

Salah satu pengelola BUM Desa Barepan, Ny. Suroso, mengatakan saban hari penggilingan beras bisa mengolah padi seberat 2 ton. Soal beras yang dikelola BUM desa, ia menjelaskan banyak permintaan berdatangan. “Beras bagus, putih, dan pulen. Untuk beras kemasan sudah sampai ke Solo. Kami rutin setiap bulan mengirim 5 kuintal di salah satu perusahaan di Solo,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten