Nah Hlo…Ingin Murid Pintar, Guru Harus Pintar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tak setuju dengan kebijakan pemerintah pusat yang tidak memberi peringkat ke sekolah dalam sistem zonasi. Penghilangan peringkat sekolah dinilai berpotensi menggerus semangat kompetitif antarsekolah.

Nah Hlo…Ingin Murid Pintar, Guru Harus Pintar

SOLOPOS.COM - Pengurus Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Karanganyar Masa Bakti 2019-2023 dilantik di aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Senin (28/1/2019)./Ponco Suseno

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tak setuju dengan kebijakan pemerintah pusat yang tidak memberi peringkat ke sekolah dalam sistem zonasi. Penghilangan peringkat sekolah dinilai berpotensi menggerus semangat kompetitif antarsekolah.

Hal itu disampaikan Juliyatmono saat ditemui wartawan seusai acara Pelantikan Pengurus Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Karanganyar Masa Bakti 2019-2023 di aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Senin (28/1/2019). Pada kesempatan itu, Juliyatmono melantik pengurus APSI Karanganyar dengan Ketua Mujiyono.

“Sistem zonasi tidak masalah. Tapi, sistem peringkat di masing-masing sekolah saya pikir perlu. Dengan adanya sistem rangking [peringkat], semangat berkompetisi antarsekolah tetap terjaga. Kualitas guru akan terlihat juga. Kalau itu dihilangkan, sekolah kurang [sekadar mengejar kelulusan]. Padahal mengejar kelulusan itu gampang,” kata Juliyatmono, Senin.

Juliyatmono mengatakan sistem zonasi bakal menghilangkan sekolah yang dicap sebagai sekolah favorit di kalangan masyarakat. Sistem zonasi juga dapat mendukung pemerataan peserta didik. Para peserta didik cukup bersekolah yang dekat daerahnya masing-masing.

“Kalau dahulu dapat masuk sekolah favorit itu sangat bangga. Di era sekarang, sudah tak bisa lagi membanggakan seperti itu. Makanya perlu disusun sistem peringkat [antarsekolah]. Agar mereka tetap termotivasi, sebagai ukuran kinerja sekolah. Hal itu termasuk guru. Sekarang tak ada guru dievaluasi pengawas. Maka kami akan memulai ini di Karanganyar,” katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa. Kompetisi antarsekolah dan antarguru di Bumi Intanpari perlu terus dijaga. Hal itu bertujuan memberikan motivasi atau pun semangat bagi guru dan para peserta didik.

“Sebagaimana yang diinginkan Pak Bupati, murid pintar itu dari guru yang pintar. Pengawasan terhadap guru sekolah perlu ditingkatkan, salah satunya dengan menggerakkan APSI Karanganyar. Kami sudah membagi para pengawas dalam bekerja. Di Karanganyar ada 71 pengawas sekolah tersebar di SD, SMP, dan TK di Karanganyar,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Kemendikbud mengeluarkan Permendikbud No. 14/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Berdasarkan peraturan tersebut, pemerintah menggunakan sistem zonasi. Selain ditujukan memeratakan kualitas pendidikan, sistem zonasi akan menghilangkan sekolah favorit di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ribuan Pekerja Hotel dan Restoran di Malang Dirumahkan

Hotel dan Restoran di Malang terpaksa merumahkan separuh dari total karyawan mereka untuk bisa bertahan sekaligus mematuhi aturan PPKM.

Paket Obat Covid-19 Gratis Didistribusikan ke Pasien Isoman di Bantul

Penyaluran paket obat Covid-19 gratis ke pasien yang isoman di rumah di Bantul dilakukan oleh para tentara Bintara Pembinaan Desa (Babinsa).

Windy Cantika Sempat Gugup karena Persaingan Olimpiade Tokyo 2020 Sangat Ketat

Windy Cantika sempat gugup karena para rival tampil tangguh hingga hanya berjarak tipis untuk total perolehan angkatan.

Ahsan/Hendra Awali Olimpiade Tokyo 2020 dengan Mudah

Ahsan/Hendra kemudian akan menghadapi wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Senin (26/7/2021) pukul 16.00 WIB.

Revitalisasi Pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Kota Jogja Segera Dimulai

Revitalisasi pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Jogja akan menghabiskan dana senilai Rp20 miliar.

KISAH KADES JENAR: Dulu Hujat Pejabat, Kini Disuntik Vaksin Langsung oleh Bupati Sragen

Akhirnya Kades Jenar bertemu Bupati Sragen dan disuntik vaksin.

Peringati Hari Anak Nasional, Anak di Madiun Dapat Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten Madiun mulai melakukan vaksinasi terhadap anak berusia 12 tahun ke atas saat peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2021.

Hingga Juli 2021, Ada 125 Kasus Kematian Karena Covid-19 di Kulonprogo

125 kasus kematian akibat Covid-19 selama Juli di Kabupaten Kulonprogo, mayoritas pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Gubernur Ganjar Sebut Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Sudah 17,28%, Ini Perinciannya

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku kena buli dan kecaman akibat informasi yang disampaikan @pandemictalks soal serapan anggaran Covid-19 di Jateng yang disebut terendah.

Mimpi CEO Wardah Salman Subakat Bangun Ekosistem Pendidikan Indonesia

Salman Subakat, yang menduduki jabatan Chief Executive Officer (CEO) Paragon Technology and Innovation mendeskripsikan dirinya dalam empat kalimat.

Tugu Bola, Ikon Baru Desa Sambi Sragen dan Jadi Simbol Pemersatu Warga

Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Sragen, kini memiliki ikon wilayah yakni Tugu Bola. Tugu ini menjadi simbol pemersatu warga Desa Sambi.

Beredar Kabar Nakes RSUD Ambarawa Ditusuk Keluarga Pasien Covid-19, Ini Klarifikasi Polda Jateng

Video seorang anggota keluarga pasien Covid-19 yang meninggal mencoba menusuk nakes RSUD Ambarawa beredar viral di media sosial. Polda Jateng beri penjelasan.