MUTASI JABATAN : Jaka Sawaldi Jadi Sekda Klaten
Jaka Sawaldi (JIBI/dok)

Mutasi Jabatan di Pemkab Klaten salah satunya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kini akan menduduki jabatan Sekda.

Solopos.com, KLATEN – Setelah kosong sekitar tiga tahun posisi sekretaris daerah (sekda) akhirnya terisi. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Jaka Sawaldi, terpilih menduduki jabatan eselon IIA itu.
Hal itu terungkap saat digelar mutasi jabatan di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (30/6/2015) sore. Selain Jaka Sawaldi, juga dilantik posisi jabatan eselon IIB, III, serta IV.

Jaka Sawaldi terpilih sebagai sekda setelah dilakukan seleksi mulai April lalu. Selain Jaka Sawaldi, terdapat Edy Hartanta serta Purwanto Anggono Cipto yang ikut dalam seleksi.

Sementara, jabatan eselon II B yang dimutasi terdapat delapan orang. Mereka yakni Bambang Sigit Sinugroho yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda. Bambang menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Setda Klaten.

Sri Winoto yang sebelumnya menjabat Kepala Pelaksana BPBD menduduki jabatan baru sebagai Asisten Administrasi Setda.

Purwanto Anggono Cipto yang sebelumnya menjabat Asisten Pemerintahan menduduki jabatan baru sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat. Sementara, Edy Hartanta menduduki jabatan sebagai Kepala BKD dari jabatan sebelumnya sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat. Widya Sutrisna yang semula menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan menduduki jabatan Kepala Dispendukcapil.

Slamet Widodo yang semula Kepala Dinsosnakertrans menjabat sebagai Kepala Satpol PP. Sugeng Haryanto menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinsosnakertrans dari jabatan semulai sebagai Kepala Disperindagkop dan UMKM. Sementara, jabatan yang ditinggalkan Sugeng diisi oleh Asisten Administrasi, Sartiyasto, yang sebelumnya menjabat Plt. Sekda yakni Sartiyasto.

Bupati Klaten, Sunarna, mengatakan penentuan Jaka Sawaldi dilakukan setelah sebelumnya dilakukan seleksi oleh panitia seleksi (pansel). “Pertimbangan banyak. Itu kan seleksi dari tim pansel. Dari hasil seleksi, kemudian disampaikan gubernur untuk mendapatkan rekomendasi. Itu kan juga diranking. Hasil itulah yang terbaik,” ungkapnya.

Terkait posisi sejumlah jabatan eselon IIB yang kosong, bupati mengatakan akan dilakukan lelang jabatan setelah mendapat alokasi anggaran yang diusulkan melalui APBD Perubahan. Posisi jabatan eselon IIB yang kosong di antaranya Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapermas, Kepala Pelaksana BPBD, serta Kepala Bappeda.

“Untuk jabatan [yang kosong] tentu nanti dibentuk tim pansel lagi. Saat ini baru dianggarkan untuk lelang jabatan itu melalui APBD Perubahan. Sekarang kan anggaran yang dibutuhkan itu satu orang sekitar Rp20-30 juta,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom