Musrenbangkel Ditunda, Pembangunan Solo Tak Terganggu?
Ketua LPMK Karangasem, Anwari, memberikan sambutan pada Musrenbangkel Karangasem di SMP Negeri 3 Solo, Jl. Matoa Raya 1, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/1/2021). (Solopos.com-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Seluruh Kelurahan di Kecamatan Jebres melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan serentak di gedung sekolah wilayah masing-masing kelurahan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/1/2020). Di satu sisi, penundaan Musrenbangkel tidak akan berdampak pada pembangunan kota pada 2021.

Camat Jebres, Sulistiarini, menjelaskan semua kelurahan memilih Minggu kemarin sejak jauh-jauh hari. Musrenbang Kecamatan Jebres rencananya berlangsung Sabtu (7/2/2021). “Alhamdulillah tuntas hari ini. Semua berjalan lancar dan mematuhi protokol kesehatan sesuai petunjuk. Semua memakai gedung sekolah yang fasilitasnya mendukung,” kata dia kepada Solopos.com.

Sulis, sapaan akrabnya, mengatakan PPKM berlangsung sampai 25 Januari tapi bila diperpanjang akan berpengaruh pada pelaksanaan Musrenbang Kecamatan. Namun, penjadwalan ulang tidak akan berdampak pada pembangunan kota pada 2021 karena musyawarah tahun ini untuk menentukan prioritas pembangunan 2022.

Waspada! Kata Astrologi Barat Ada 5 Zodiak Penggoda

Sementara itu, hanya dua kelurahan saja yang melakukan Musrenbangkel di kecamatan Laweyan sampai Minggu kemarin, yaitu Kelurahan Sriwedari dan Kelurahan Karangasem. Musrenbangkel berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Camat Laweyan, Endang Sabar Widiasih, menjelaskan semua peserta Musrengbangkel langsung masuk ke ruang sidang komisi masing-masing bidang dan menerapkan protokol kesehatan. Tidak ada permohonan pemajuan jadwal Musrenbangkel dari kelurahan.

“Tidak ada yang mengajukan karena kebijakan itu {PPKM] dadakan. Musrenbangkel lain dijadwal ulang. Dampaknya nanti bakal molor [Musrenbangkel, Musrenbang kecamatan, dan Musrenbang kota],” paparnya.

Ramalan Bintang 2021: Apakah Zodiakmu Beruntung?

Lurah Karangasem, Marwoto, mengatakan Musrengbangkel Karangasem berlangsung sesuai jadwal dengan lancar. Permasalahan kampung dan pengembangan potensi dibahas dalam empat bidang. “Kami minta dibangun ipal komunal di RW 008. Tempat penyaringan limbah rumah tangga. Selama ini ada WC tapi ada resapan yang belum bersih,” kata dia.

Dia menjelaskan, tim yang menangani atau mengelola sampah mengusulkan armada untuk mengangkut sampai ke TPA Putri Cempo. Kelurahan Karangasem hanya punya satu armada yang mengusung sampah dari sembilan RW.

“Untuk potensi warga kami banyak pelaku UMKM. Kami mengusulkan pemberdayaan dengan pelatihan dan membantu modal usaha,” papar dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom