Ilustrasi kesibukan di apron Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, (Antara-Aji Styawan)

Semarangpos.com, SEMARANG – Empat maskapai penerbangan Tanah Air meminta tambahan jatah penerbangan atau extra flight di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang selama masa mudik Lebaran 2019. Keempat maskapai itu, yakni Garuda Indonesia Airlines (GIA), Lion Air, Trans Nusa, dan Trigana Air.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hadi Ariyanto, mengatakan untuk menghadapi masa libur Lebaran pihaknya akan menggelar Posko Terpadu, mulai 29 Mei-13 Juni. Selama masa posko itu, terdapat sekitar 123 flight keberangkatan dan 123 flight keberangkatan dengan kapasitas 24.104 tempat duduk.

“Saat ini, di Bandara Ahmad Yani sudah ada 11 maskapai yang melayani penerbangan, termasuk untuk yang internasional seperti ke Singapura. Dari maskapai sebanyak itu, empat di antaranya mengajukan ekstra flight,” ujar Hadi saat dijumpai wartawan di Bandara Ahmad Yani Semarang, Rabu (22/5/2019) petang.

Hadi optimistis dengan penambahan jadwal penerbangan atau extra flight itu jumlah penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang akan kembali terdongkrak. Sebelumnya, jumlah penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang sempat mengalami penurunan akibat kenaikan tarif pesawat.

Jika sebelumnya jumlah penumpang hanya mencapai 7.000 orang per hari, menjelang libur Lebaran ini jumlahnya mengalami peningkatan cukup signifikan mencapai 9.000 orang per hari.

“Target kami, di masa angkut Lebaran nanti penumpang bisa mencapai 17.000 orang, baik yang datang maupun pergi dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Kami optimistis target itu bisa mencapai, menyusul mulai naiknya tingkat jumlah penumpang menjelang libur Lebaran ini,” terang Hadi.

Kendati demikian, Hadi mengaku jumlah penumpang pesawat di Bandara Ahmad Yani pada musim libur Lebaran tahun ini akan mengalami penurunan dibanding periode yang sama pada tahun lalu. “Prediksi kami penurunan enggak mencapai 10%. Tidak mencapai dua digit,” terangnya.

Penurunan, lanjut Hadi, selain disebabkan tarif tiket pesawat yang tinggi juga dikarenakan infrastruktur jalan tol yang sudah bisa beroperasi secara penuh.

“Tentunya masyarakat juga ingin merasakan sensasi mudik dengan melewati tol. Mereka ingin menikmati hasil pembangunan tol. Tentunya, itu berdampak pada minat menggunakan moda transportasi pesawat,” imbuh Hadi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten