Musim Kemarau Basah, Tanaman Tomat di Madiun Rusak & Panen Menurun

Tanaman tomat di Kabupaten Madiun rusak karena diserang organisme perusak saat musim kemarau basah.

 Petani di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, menunjukkan tomat yang rusak akibat terserang hama, kemarin. (Abdul Jalil/Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Petani di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, menunjukkan tomat yang rusak akibat terserang hama, kemarin. (Abdul Jalil/Solopos.com)

Solopos.com, MADIUN — Musim kemarau basah yang terjadi hingga kini membuat petani tomat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terancam merugi. Hal ini karena sebagian besar tanaman mereka rusak diserang organisme pengganggu tanaman.

Bukan hanya merusak tanaman, buah tomat yang dihasilkan pun banyak yang rusak dan membusuk.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Musim kemarau basah yang berlangsung hingga kini memicu tumbuhnya organisme perusak dan pengganggu tanaman.

Seorang petani tomat di Kecamatan Kebonsari, Jaenuri, mengatakan tanaman tomat yang ada di lahannya banyak yang membusuk. Pembusukan tomat itu dikarenakan adanya serangan organisme pengganggu tanaman berupa bakteri dan virus.

Baca Juga: Geger! Sosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Kali Madiun

“Ini tanamannya banyak yang layu dan mati. Kemudian buahnya membusuk dan rontok,” kata dia, kemarin.

Sebenarnya, kata dia, sudah memberi tanamannya dengan beragam obat untuk membasmi penyakit yang menerpa tanamannya. Namun, sejauh ini pemberian obat tersebut tidak berhasil.

Jaenuri menyampaikan pada masa tanam ini dirinya merugi karena hasil panen menurun drastis. Padahal, biasanya sekali panen bisa menghasilkan tiga kwintal tomat. Namun, kini menurun kurang dari satu kwintal.

Baca Juga: PPDB 2022, 5 SMPN di Kota Madiun Kekurangan Murid

“Ya rugi ini. Padahal ini harga tomat sedang naik, harganya Rp15.000 per kilogram di pasaran,” jelas dia.

Kabid Hortikultura Disperta Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengimbau kepada petani supaya selalu mengantisipasi serangan organisme pengganggu tanaman di masa pergantian musim. Terlebih saat musim kemarau basah seperti sekarang.

“Organisme pengganggu tanaman ini bukan hanya menyerang tanaman tomat saja. Tetapi juga kerap kali menyerang tanaman lain, seperti cabai,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      + PLUS Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      Penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IOI) 2022 di Kota Jogja, Provinsi Daerah Instimewa Yogyakarta, 7-15 Agustus 2022, menjadi arena pengenalan aneka ragam kesenian Indonesia kepada dunia.

      Berita Terkini

      Uniknya Tari Keling, Pemainnya Harus dari Dusun di Ponorogo

      Mengenal tari keling yang menjadi salah satu tari tradisional di Kabupaten Ponorogo.

      Jelang HUT Ke-77 RI, Lokomotif KA Dicuci & Dihias Bertema Kemerdekaan

      Menjelang HUT ke-77 Republik Indonesia, Komunitas Pecinta Kereta Api Lingkup Madiun atau Pecel +63 mencuci dan menghias lokomotif kereta api.

      Karyawan Disekap, Bos Perusahaan di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

      Direktur Utama (Dirut) PT Meratus Line, Slamet Rahardjo, diduga menyekap seorang karyawannya bernama, Edi Setyawan.

      Terbanyak untuk Honor Panitia, Anggaran Pilkada Gunungkidul Rp73 Miliar

      Anggaran Pilkada 2024 di Kabupaten Gunungkidul diperkirakan mencapai Rp73 miliar.

      Tak Kuat Nanjak, Bus Pariwisata Angkut 28 Siswa di Malang Masuk Jurang

      Sebuah bus pariwisata yang mengangkut 28 siswa Mts mengalami kecelakaan, terperosok ke jurang di Desa Plandi, Wonosari, Kabupaten Malang.

      Baru Muncul ke Publik, Istri Mas Bechi Ternyata Habis Melahirkan

      Durottun Mahsunnah, istri Mas Bechi, terdakwa kasus pencabulan santriwati di Jombang, mengaku baru bisa muncul di depan publik karena baru saja melahirkan anak keempat.

      Istri Mas Bechi Sebut Banyak Pelakor yang Ingin Rebut Suaminya

      Durrotun Mahsunnah, istri anak kiai Jombang yang menjadi terdakwa kasus pencabulan dan kekerasan seksual terhadap santri, MSAT atau Mas Bechi, menyebut suaminya banyak disukai wanita.

      Siapkan Payung! Prakiraan Cuaca Madiun Sabtu: Hujan Tipis Siang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Sabtu 13 Agustus 2022.

      Forum Beasiswa Indonesia Gelar Kongres Ke-2, Bahas Isu Kontroversi Ini

      Komite Forum Beasiswa Indonesia menggelar Kongres Beasiswa Indonesia Ke-2 pada tanggal 19-23 Agustus 2022.

      Jelang HUT Ke-77 RI, Pemkot Madiun Bagikan 5000 Bendera Merah Putih

      Pemkot Madiun bagikan 5000 bendera merah putih kepada warga menjelang perayaan HUT Kemerdekaan ke-77 RI.

      Tampil di Publik, Istri Mas Bechi Sebut Suaminya hanya Korban Fitnah

      Durrotun Mahsunnah, istri terdakwa kasus pencabulan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, berbicara mengenai kasus pencabulan yang menjerat suaminya.

      Suap "Ketok Palu" APBD, KPK Tahan Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung

      Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Agus Budiarto, sebagai tersangka dalam kasus suap "ketok palu" APBD.

      Uniknya Bersih Desa di Madiun, Sembelih Kambing Kendit untuk Tolak Bala

      Masyarakat di Dusun Ngrawan, Desa/Kecamatan Dolopo, Madiun, menyembelih kambing kendit dalam tradisi bersih desa.

      Didampingi 3 Kuasa Hukum, Gus Samsudin Diperiksa terkait Pesulap Merah

      Pimpinan Padepokan Nur Dzat Sejati Blitar, Samsudin Jadab atau Gus Samsudin, mendatangi Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (12/8/2022).

      Lahir dari Rahim NU, Ini Sejarah Berdirinya Perguruan Silat Pagar Nusa

      Berikut ini sejarah berdirinya perguruan silat Pagar Nusa.